Atas keberanian dan ketegasannya dalam peristiwa teror tersebut, pada 26 Januari 2016, Dedy dianugerahi pin emas Kapolri oleh Jenderal Badrodin Haiti di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta.
Penghargaan tersebut diberikan bersama 16 personel Polri lainnya yang dinilai berjasa besar dalam mengamankan pusat ibu kota dari ancaman terorisme.
Karier panjang di jabatan strategis
Setelah insiden Sarinah, karier Dedy terus berlanjut di berbagai posisi strategis.
Ia sempat menjabat sebagai Analis Kebijakan Muda Polres Metro Jakarta Pusat dan mengikuti pendidikan Sekolah Pimpinan Menengah di Lembang.
Sejumlah jabatan penting yang pernah diembannya antara lain:
- Kapolres Dairi (2016)
- Kapolres Purwakarta (2017)
- Pamen Korbrimob Polri (2018)
- Wakapolresta Tangerang (2019)
- Kepala BNNP Kalimantan Tengah (2025)
Pengalaman lintas wilayah dan satuan ini menjadi modal penting dalam memimpin BNNP Aceh, terutama dalam menghadapi tantangan peredaran narkotika lintas daerah dan lintas negara.
Doktor Summa Cum Laude dari STIK-PTIK
Selain berpengalaman di lapangan, Dedy Tabrani juga dikenal sebagai perwira dengan prestasi akademik luar biasa.
Ia meraih gelar doktor dari STIK-PTIK Jakarta pada 14 Oktober 2020 dengan predikat Summa Cum Laude.
Dengan nilai 98,66, Dedy tercatat sebagai salah satu lulusan terbaik, memperkuat citranya sebagai pemimpin yang menggabungkan ketegasan operasional dan kapasitas intelektual.
Harapan baru pemberantasan narkoba di Aceh
Artikel Terkait
Kali ketiga, Pj Bupati lantik belasan pejabat administrator dilingkup Pemda Subang, ada apa?
Prabowo kenang Kwik Kian Gie sebagai tokoh Ekonomi Pancasila dan putera terbaik bangsa
Suryadharma Ali wafat, Fadli Zon: Tokoh politik yang bangun kaderisasi dan dialog
Presiden Prabowo lantik Brian Yuliarto jadi Kepala Badan Industri Mineral, dorong hilirisasi berbasis riset
Praperadilan Nadiem Makarim: Dari jerit ibu, pembelaan Hotman Paris hingga dukungan 12 tokoh
Kang Rey lantik pejabat di tengah jalan panas Subang, simbol birokrasi yang turun ke lapangan
Lantik 5.931 PPPK paruh waktu, Bupati Subang tegaskan integritas aparatur dan percepatan reformasi pelayanan publik