Basarnas catat 447 korban meninggal akibat bencana Sumatera, ratusan hilang dan korban luka belum tertangani

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Senin, 1 Desember 2025 | 23:57 WIB
Kepala Basarnas, Mohammad Syafii ungkap perkembangan terbaru soal penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat (YouTube/TVR Parlemen)
Kepala Basarnas, Mohammad Syafii ungkap perkembangan terbaru soal penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat (YouTube/TVR Parlemen)

Syafii menegaskan bahwa operasi SAR kali ini sangat menantang karena sifatnya multi-bencana dari banjir, banjir bandang, lumpur, dan longsor terjadi beruntun dan saling memicu.

“Kondisi bencana yang terjadi memerlukan usaha ekstra. Ini berbeda dengan darurat di satu titik. Kami berhadapan dengan banjir, longsor, lumpur, dan cuaca ekstrem secara bersamaan,” tuturnya.

Baca Juga: Prabowo tinjau lokasi banjir–longsor di Sumut setelah sepekan, pastikan akses listrik dan logistik segera pulih

Personel di lapangan disebut menghadapi kelelahan fisik akibat operasi tanpa jeda, dengan medan licin, jembatan putus, dan desa yang sepenuhnya terisolasi.

Assesmen udara dan distribusi logistik jadi kunci

Basarnas kini memprioritaskan assesmen cepat menggunakan udara untuk memastikan lokasi terdampak terpetakan dengan akurat.

“Prioritas operasi kami saat ini adalah assesmen cepat menggunakan udara,” tegas Syafii.

Selain evakuasi korban, Basarnas juga membantu pemerintah dalam distribusi logistik, baik menggunakan helikopter maupun kapal, terutama ke titik yang tidak mungkin dijangkau lewat darat.

Baca Juga: 4 Kampung hilang tersapu banjir bandang Aceh, akses darat putus total: Jembatan Bailey dikebut demi jangkau korban

Operasi SAR bisa dihentikan jika tidak lagi efektif

Syafii menjelaskan bahwa penghentian operasi akan dilakukan sesuai prosedur apabila pencarian sudah tidak lagi memungkinkan secara teknis maupun efektif.

“Apabila korban sudah tidak efektif lagi untuk dicari atau kemampuan teknis tidak memungkinkan, biasanya di situlah operasi kami hentikan,” katanya.

Hingga kini, operasi besar-besaran masih berlangsung di tiga provinsi terdampak.

Prioritas utama tetap pada pencarian korban hilang dan percepatan akses logistik ke wilayah terisolasi.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X