Pengamat: Gaya empatik Seskab Teddy dinilai ciptakan birokrasi baru yang lebih dekat dengan rakyat

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Jumat, 21 November 2025 | 15:44 WIB
Sekretaris Kabinet (Seskab) RI, Teddy Indra Wijaya meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas 33 di Tangerang Selatan (Dok. Setkab RI)
Sekretaris Kabinet (Seskab) RI, Teddy Indra Wijaya meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas 33 di Tangerang Selatan (Dok. Setkab RI)

GENMILENIAL.ID — Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya kembali menuai sorotan positif publik berkat gaya kepemimpinannya yang kerap turun langsung ke masyarakat.

Pengamat politik Amsori Baharudin Syah menyebut pola kepemimpinan Teddy merupakan bentuk empathetic governance, yaitu gaya birokrasi yang menekankan kehadiran emosional dan kedekatan sejati antara pemerintah dan rakyat.

“Apa yang dilakukan Teddy Indra Wijaya adalah bentuk pelayanan publik. Ia hadir bukan sebagai pejabat, tetapi sebagai manusia yang mau mendengar,” ujar Amsori, Sabtu, 15 November 2025.

Baca Juga: Mahfud MD ungkap laporan Internal Polri: Kapolsek tidak perform hingga sorotan hak prerogatif Kapolri

Menurutnya, langkah Teddy bukan sekadar kunjungan simbolis. Ia terlibat langsung, berdialog, mendengar keluhan, hingga memahami kebutuhan masyarakat di akar rumput.

Birokrasi yang humanis dan realistis

Amsori menilai Teddy menghadirkan wajah baru birokrasi Indonesia: pejabat yang tidak hanya memerintah dari balik meja, tetapi hadir sebagai bagian dari solusi.

“Ini bukan sekadar turun ke lapangan. Ini cara memanusiakan warga,” katanya.

Ia menyebut metode tersebut jauh lebih efektif dibanding hanya mengandalkan laporan struktural karena memungkinkan pemerintah merumuskan kebijakan berbasis realitas sebenarnya.

Baca Juga: Komisi Reformasi Polri disorot: Pengamat sebut keterlibatan petinggi Polri picu kesan reformasi setengah hati

Tingkat awareness tinggi dan legitimitas pemerintah meningkat

Menurut Amsori, konsistensi Teddy membuat legitimasi pemerintah semakin kuat.

Survei Indikator Politik menunjukkan awareness publik terhadap Seskab Teddy mencapai lebih dari 50 persen, menjadikannya salah satu tokoh paling dikenal di lingkar dalam presiden.

“Kuncinya bukan pencitraan. Ini soal hadir dengan hati,” tegas Amsori.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X