Kapolsek Bendungan AKP Rudi Sugiarto membenarkan bahwa seluruh korban berasal dari satu keluarga.
“Yang meninggal dunia adalah Sarip (60 tahun) dan istrinya Welas (53 tahun), serta dua anaknya, Rohman (15 tahun) dan Fajar Puji Wibowo (19). Yang selamat hanya satu, Wijianto (30 tahun),” ujar Rudi.
Menurutnya, peristiwa terjadi ketika seluruh keluarga berada di dalam rumah untuk beristirahat.
“Sekitar pukul 21.00 WIB hujan deras turun, dan tiba-tiba tebing di belakang rumah setinggi 25 meter longsor menimpa bangunan,” jelasnya.
Proses pembersihan dan penanganan lanjutan
Hingga Minggu sore, pembersihan material longsor masih dilakukan menggunakan alat berat.
Pemerintah daerah menyiapkan lokasi pengungsian sementara bagi warga yang rumahnya terancam.
Kobaran empati terus berdatangan di media sosial, dengan warganet menyebut tragedi ini sebagai pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana di musim penghujan.***
Artikel Terkait
Kesaksian korban longsor tambang Gunung Kuda: Tertimbun 30 menit, selamat berkat telepon minta tolong
Korban longsor tambang Gunung Kuda Cirebon bertambah jadi 19 orang meninggal
Longsor tambang batu di Cirebon tewaskan 20 orang, Menteri ESDM buka peluang evaluasi total
Longsor di Puncak Bogor tewaskan 1 orang, 2 masih dalam pencarian
Merah Putih berkibar di kawasan bekas longsor, Warna Alam dan Perhutani gaungkan pesan cinta tanah air dan peduli lingkungan
Banjir dan longsor terjang Sukabumi, 1.800 warga terdampak: BPBD sebut salah satu yang terparah tahun ini
Tak tinggal diam, PT Dahana salurkan bantuan untuk warga terdampak banjir dan longsor di Sukabumi