Paparan radiasi Cs-137 di Desa Sukatani capai 20 kali batas normal, pemerintah evakuasi warga dan lakukan dekontaminasi

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Jumat, 24 Oktober 2025 | 23:54 WIB
Satgas penanganan kontaminasi radiasi caesium-137 temukan radiasi tinggi di Kampung Sadang Desa Sukatani (Unsplash/vl_cherkasenko)
Satgas penanganan kontaminasi radiasi caesium-137 temukan radiasi tinggi di Kampung Sadang Desa Sukatani (Unsplash/vl_cherkasenko)

Kasus paparan radiasi Cs-137 ini diduga berkaitan dengan insiden sebelumnya di Cikande, Kabupaten Serang, Banten, yang mencuat sejak Agustus 2025.

Baca Juga: Danantara targetkan negosiasi utang Whoosh rampung 2025, Menkeu Purbaya tegaskan tak akan ikut ke China

Saat itu, otoritas Amerika Serikat, termasuk Food and Drug Administration (FDA) dan Bea Cukai AS, menolak sejumlah kontainer berisi udang beku asal Indonesia karena terdeteksi mengandung radiasi.

Pemerintah Indonesia kemudian melakukan investigasi lintas lembaga yang melibatkan BRIN, BAPETEN, dan KLHK.

Hasilnya, ditemukan material logam bekas yang terkontaminasi Cs-137 di kawasan industri modern Cikande.

Sejak saat itu, pemerintah memperketat pengawasan terhadap sisa logam dan proses peleburan di berbagai daerah, termasuk Sukatani yang kini menjadi lokasi temuan baru.

Baca Juga: Bangun kepercayaan publik, Kapolres Subang turun ke Pantura dengar langsung keluhan warga Legonkulon

Langkah pemerintah: Relokasi dan pembersihan total

Tim gabungan saat ini melakukan pemantauan menyeluruh terhadap tingkat radiasi di sekitar permukiman warga, sekaligus menyiapkan proses relokasi sementara bagi penduduk terdampak.

Warga yang direlokasi akan mendapat perlindungan kesehatan, pemantauan medis, serta bantuan kebutuhan dasar selama masa pembersihan berlangsung.

Pemerintah memastikan proses dekontaminasi berjalan dengan protokol keselamatan yang ketat, agar radiasi tidak menyebar ke area lain.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X