“Kami akan menegakkan hukum secara profesional. Jika ditemukan unsur kelalaian, tentu akan ada konsekuensi hukum sesuai peraturan lalu lintas yang berlaku,” tegasnya.
Baca Juga: Setelah Garuda tumbang, Shin Tae-yong resmi dipecat dari Ulsan HD
Ia menambahkan, kerugian materi akibat kecelakaan tersebut mencapai sekitar Rp30 juta. Namun yang terpenting, lanjutnya, adalah memastikan keadilan bagi korban serta mencegah insiden serupa terulang.
Imbauan untuk pengemudi jalur menurun
Kasat Lantas juga mengingatkan agar pengemudi, khususnya kendaraan besar, tidak memaksakan perjalanan saat kondisi lelah, serta selalu memastikan fungsi rem dan tekanan angin ban dalam kondisi optimal sebelum menuruni jalur Cijambe yang dikenal rawan kecelakaan.
“Keselamatan adalah prioritas. Kami minta semua pengemudi lebih waspada, terutama di jalur menurun panjang seperti Cijambe,” pungkasnya.
Hingga kini, penyidik masih mendalami apakah kecelakaan dipicu kelalaian manusia atau kegagalan sistem pengereman. Sementara itu, suasana duka masih menyelimuti keluarga tiga korban yang meninggal dunia.***
Artikel Terkait
Peduli korban kecelakaan truk, Kapolres Subang kunjungi rumah keluarga korban dan berikan santunan
Dalam sepekan terakhir, inilah 4 kecelakaan truk besar yang renggut korban jiwa, terbaru insiden sopir ngantuk di Slipi Jakbar
Kecelakaan beruntun libatkan rombongan bus warga Surabaya di Tol Malang–Gempol, sejumlah penumpang terluka
Polres Subang gelar Operasi Patuh Lodaya 2025, fokuskan penurunan kecelakaan dan keselamatan pengendara
Terekam CCTV, bus 168 tabrak toko bangunan di jalur rawan kecelakaan Bayeman
Kecelakaan maut truk pengangkut galon AQUA di Cijambe Subang, 3 tewas dan 7 luka-luka: Terekam CCTV, diduga rem blong
Jalur Cijambe kembali telan korban, truk pengangkut AQUA seruduk 5 kendaraan, 3 tewas