Menu MBG Depok viral disebut minim gizi, SPPG ungkap alasan dan BGN lakukan sidak

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Rabu, 8 Oktober 2025 | 18:17 WIB
Mengintip fakta di balik menu MBG di Depok yang sempat diduga tak sesuai komposisi gizi berdasarkan standar BGN (Instagram.com/@depokfeed)
Mengintip fakta di balik menu MBG di Depok yang sempat diduga tak sesuai komposisi gizi berdasarkan standar BGN (Instagram.com/@depokfeed)

Meski tampil sederhana, Mustika menegaskan kandungan gizi dalam menu itu tetap lengkap.

“Kentang itu pengganti nasi sebagai sumber karbohidrat. Wortel adalah sayur. Pangsit gorengnya berisi telur, daging ayam, tahu, dan daun bawang,” jelasnya.

Pihak SPPG juga sudah berkoordinasi dengan orang tua siswa dan pihak sekolah untuk memberikan klarifikasi.

Baca Juga: Fakta baru di balik ambruknya Ponpes Al Khoziny: Hanya 50 dari 42 ribu pesantren di Indonesia yang punya izin bangunan

“Kami akui tampilan menu kurang menarik, tapi dari sisi kandungan gizi sudah lengkap, ada karbohidrat, protein nabati dan hewani, buah, serta sayur,” tukas Mustika.

BGN turun tangan, temukan perlu evaluasi menu

Menanggapi viralnya foto menu MBG tersebut, tim investigasi independen Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur SPPG Mampang 1, Depok, Selasa, 7 Oktober 2025.

Anggota tim BGN, Raniah Salsabila, mengungkapkan bahwa bahan-bahan yang digunakan memang memenuhi unsur gizi dasar, meski tampilan porsinya terlihat minim.

“Yang beredar di media benar, hanya pangsit goreng satu biji, beberapa potong kentang rebus dan wortel, serta pisang dan saus tomat. Namun pangsit goreng itu berisi tahu, telur, dan ayam,” ungkap Raniah.

Baca Juga: Timnas Indonesia di bawah Patrick Kluivert lawan kata mustahil di Round 4: Protes wasit ditolak, bola mati jadi senjata utama

Menurutnya, penggunaan kentang sebagai pengganti nasi dilakukan untuk mengurangi makanan yang terbuang.

“Sementara menu di hari lain sudah cukup sesuai standar kelayakan,” katanya.

BGN menilai dapur SPPG masih layak, tetapi perlu dilakukan pembenahan.

“Perlu evaluasi menu dan porsi makanan, serta perbaikan infrastruktur SPPG sesuai dengan juknis MBG,” pungkas Raniah.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X