Meski tampil sederhana, Mustika menegaskan kandungan gizi dalam menu itu tetap lengkap.
“Kentang itu pengganti nasi sebagai sumber karbohidrat. Wortel adalah sayur. Pangsit gorengnya berisi telur, daging ayam, tahu, dan daun bawang,” jelasnya.
Pihak SPPG juga sudah berkoordinasi dengan orang tua siswa dan pihak sekolah untuk memberikan klarifikasi.
“Kami akui tampilan menu kurang menarik, tapi dari sisi kandungan gizi sudah lengkap, ada karbohidrat, protein nabati dan hewani, buah, serta sayur,” tukas Mustika.
BGN turun tangan, temukan perlu evaluasi menu
Menanggapi viralnya foto menu MBG tersebut, tim investigasi independen Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur SPPG Mampang 1, Depok, Selasa, 7 Oktober 2025.
Anggota tim BGN, Raniah Salsabila, mengungkapkan bahwa bahan-bahan yang digunakan memang memenuhi unsur gizi dasar, meski tampilan porsinya terlihat minim.
“Yang beredar di media benar, hanya pangsit goreng satu biji, beberapa potong kentang rebus dan wortel, serta pisang dan saus tomat. Namun pangsit goreng itu berisi tahu, telur, dan ayam,” ungkap Raniah.
Menurutnya, penggunaan kentang sebagai pengganti nasi dilakukan untuk mengurangi makanan yang terbuang.
“Sementara menu di hari lain sudah cukup sesuai standar kelayakan,” katanya.
BGN menilai dapur SPPG masih layak, tetapi perlu dilakukan pembenahan.
“Perlu evaluasi menu dan porsi makanan, serta perbaikan infrastruktur SPPG sesuai dengan juknis MBG,” pungkas Raniah.***
Artikel Terkait
Insentif Rp100 ribu untuk guru penanggung jawab, pemerintah tambah skema distribusi MBG di lapangan
Keracunan massal jadi alarm serius, BGN nonaktifkan 56 dapur MBG dan muncul usulan kantin sekolah jadi dapur lokal
Blunder menu MBG gunakan makanan UPF, DPR cecar BGN soal kebijakan yang tak kompak
Curhat Mahfud MD usai cucunya keracunan MBG: Ingatkan bukan soal angka, tapi nyawa manusia
DPR soroti program MBG Prabowo: Target penerima manfaat meleset, daerah 3T dan kemiskinan ekstrem belum tersentuh
Kemenkes awasi ketat program MBG, terapkan sistem pendataan ala COVID-19 hingga pantau gizi siswa
Luhut Binsar Pandjaitan ingatkan Menkeu Purbaya: Tak perlu tarik anggaran tak terserap program MBG