Terkini kasus keracunan MBG: Pemerintah tutup sementara dapur bermasalah, ahli gizi disiapkan Kemenkes

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Senin, 29 September 2025 | 03:10 WIB
Pemerintah berniat melakukan evaluasi total terhadap program MBG dengan melakukan penutupan sementara dapur SPPG bermasalah sampai menyiapkan ahli gizi dari Kemenkes (Indonesia.go.id)
Pemerintah berniat melakukan evaluasi total terhadap program MBG dengan melakukan penutupan sementara dapur SPPG bermasalah sampai menyiapkan ahli gizi dari Kemenkes (Indonesia.go.id)

GENMILENIAL.ID – Pemerintah bergerak cepat merespons kasus keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di sejumlah daerah.

Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak, menjadi prioritas utama.

“Atas petunjuk Presiden, pemerintah menegaskan keselamatan adalah prioritas. Insiden ini bukan sekadar angka, tetapi menyangkut generasi penerus,” kata Zulhas usai rapat koordinasi di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Minggu 28 September 2025.

Baca Juga: Meta Ayu, istri diplomat Arya Daru, tampil perdana di publik: Desak transparansi dan hentikan framing negatif

Evaluasi total dan penutupan sementara SPPG

Dalam rapat bersama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, pemerintah memutuskan menutup sementara dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terindikasi bermasalah.

“SPPG yang bermasalah ditutup sementara untuk evaluasi dan investigasi. Hal ini berlaku di seluruh SPPG, bukan hanya di lokasi insiden,” tegas Zulhas.

Selain itu, seluruh dapur diwajibkan mensterilkan peralatan, memperbaiki sistem sanitasi, serta mengantongi Sertifikat Laik Higienis dan Sanitasi (SLHS) sebelum kembali beroperasi.

Baca Juga: Rekam jejak prestasi Jonatan Christie usai juara Korea Open 2025: Dari Asian Games hingga All England

Laporan ke Presiden

Dadan mengungkapkan, laporan lengkap terkait Kejadian Luar Biasa (KLB) MBG sudah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto.

Data BGN mencatat, Januari–Juli 2025 ada 24 kasus KLB dari 2.391 SPPG yang beroperasi. Namun sejak Agustus hingga 27 September, jumlah SPPG melonjak menjadi 7.244 unit dan kasus meningkat menjadi 47.

“Sebagian besar kasus dialami SPPG baru karena SDM masih minim pengalaman,” jelas Dadan.

Peran Kemenkes

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X