GENMILENIAL.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang sebagai salah satu program prioritas pemerintah kini menuai sorotan serius usai serangkaian kasus keracunan massal terjadi di sejumlah daerah.
Korban mencapai puluhan hingga ribuan orang dan bahkan masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB).
Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan bakal mengusut penyebab keracunan sekaligus memberi sanksi bagi pihak yang lalai.
Presiden Prabowo Subianto juga menegaskan kasus ini akan ditangani serius.
Baca Juga: FIFA pastikan Erick Thohir bisa rangkap jabatan Menpora dan Ketum PSSI
“Begini, saya baru dari luar negeri tujuh hari. Saya monitor ada perkembangan itu, habis ini saya langsung Kepala BGN dengan beberapa pejabat, kita akan diskusikan,” ujar Prabowo setibanya di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu 27 September 2025.
Ia menilai MBG tetap menjadi program penting untuk membantu anak-anak yang kesulitan makan bergizi. Namun, Prabowo mengingatkan agar kasus ini tidak dipolitisasi.
“Tujuan makan bergizi adalah untuk anak-anak kita yang sering sulit makan. Untuk memberi makan jutaan orang pasti ada hambatan, ini kita atasi,” imbuhnya.
Baca Juga: Polri buru dalang kerusuhan demo Agustus 2025, analisis digital disebut bisa jadi pintu masuk
Dari pihak BGN, Wakil Kepala Nanik S. Deyang menegaskan bahwa niat utama MBG adalah memastikan anak-anak Indonesia terpenuhi gizinya menuju generasi emas.
“Kami punya maksud agar anak-anak Indonesia mempunyai keadilan dalam pemenuhan gizi. Tapi kami tidak duga masalah sebesar ini terjadi,” kata Nanik dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat 26 September 2025.
Sebagai langkah perbaikan, BGN akan memperketat verifikasi dapur penyedia makanan MBG.
“Bila ditemukan dapur tidak memenuhi syarat, langsung kita tutup,” tegas Nanik.
Baca Juga: Polemik stok BBM kosong di SPBU swasta, DPR dan pengamat sepakat bukan monopoli Pertamina
Artikel Terkait
Menu kearifan lokal MBG jadi sorotan: Kasus ikan hiu di Kalbar hingga kontroversi usulan serangga dari BGN
Insiden keracunan massal di Sumedang, Polri hingga DPR soroti lemahnya pengawasan standar pangan program MBG
KLB keracunan MBG, BGN ambil langkah tegas: Tutup dapur bermasalah dan bentuk tim investigasi
Air mata Nanik Deyang dan krisis kepercayaan publik: Gelombang keracunan MBG meluas, BGN janji evaluasi total
Isu dapur fiktif bayangi program MBG, Menkeu Purbaya kerahkan aparat kawal serapan Rp99 triliun
Marak kasus keracunan MBG, pemerintah daerah atau BGN yang harus bertanggung jawab?
Keracunan MBG sentuh 5.914 korban, Prabowo turun tangan evaluasi dan ingatkan: Jangan dipolitisasi!