GENMILENIAL.ID – Kasus keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus bermunculan di sejumlah daerah.
Bahkan, insiden di Kabupaten Bandung Barat sampai ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) setelah ratusan siswa jadi korban.
Fenomena ini memicu pertanyaan publik, siapa sebenarnya yang harus bertanggung jawab?
Pemda jadi tanggung jawab pertama
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan, pemerintah daerah (pemda) wajib menjadi garda terdepan ketika terjadi insiden keracunan MBG.
Baca Juga: Isu dapur fiktif bayangi program MBG, Menkeu Purbaya kerahkan aparat kawal serapan Rp99 triliun
“Yang merawat mereka pasti, kalau terjadi insiden yang pertama kali adalah dari otoritas daerah setempat seperti pemda,” kata Tito, Kamis, 25 September 2025.
Menurutnya, pemda memiliki akses langsung terhadap fasilitas kesehatan, rumah sakit, hingga tenaga medis untuk memberikan pertolongan cepat.
BGN akui ada kelemahan pengawasan
Sementara itu, Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, mengakui sebagian besar kasus keracunan terjadi akibat standar operasional prosedur (SOP) yang tidak dijalankan dengan baik.
Baca Juga: Netanyahu singgung pidato pro Palestina Prabowo di PBB, walk out delegasi warnai sidang
“Kejadian belakangan ini, 80 persen karena SOP kita yang tidak dipatuhi, baik oleh mitra maupun tim dari SPPG,” ujar Nanik.
Ia pun meminta maaf dan menegaskan BGN akan menanggung biaya perawatan korban.
“Kesalahan terbesar ada pada kami, berarti masih ada jurang pengawasan,” imbuhnya.
Artikel Terkait
11 Siswa SD di Subang diduga keracunan usai santap MBG, Bupati janji perketat pengawasan SPPG
Kasus keracunan massal MBG kian meluas: Pakar IDAI ingatkan bahaya dapur massal, sarankan hidupkan kantin sekolah
Menu kearifan lokal MBG jadi sorotan: Kasus ikan hiu di Kalbar hingga kontroversi usulan serangga dari BGN
Insiden keracunan massal di Sumedang, Polri hingga DPR soroti lemahnya pengawasan standar pangan program MBG
KLB keracunan MBG, BGN ambil langkah tegas: Tutup dapur bermasalah dan bentuk tim investigasi
Air mata Nanik Deyang dan krisis kepercayaan publik: Gelombang keracunan MBG meluas, BGN janji evaluasi total
Isu dapur fiktif bayangi program MBG, Menkeu Purbaya kerahkan aparat kawal serapan Rp99 triliun