Badai kasus keracunan terpa program MBG di sekolah, kritik menu makanan kian tajam

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Kamis, 25 September 2025 | 19:26 WIB
Ahli Gizi, dr. Tan Shot Yen menyoroti menu makanan yang dinilai tak layak konsumsi dalam Program MBG di sebagian wilayah Tanah Air (Instagram.com/@drtanshotyen)
Ahli Gizi, dr. Tan Shot Yen menyoroti menu makanan yang dinilai tak layak konsumsi dalam Program MBG di sebagian wilayah Tanah Air (Instagram.com/@drtanshotyen)

“Alokasikan menu lokal 80 persen isi MBG di seluruh wilayah. Saya ingin anak Papua bisa makan ikan kuah asam, anak Sulawesi makan kapurung,” tegas Tan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi IX DPR RI, Senin, 22 September 2025.

Baca Juga: 11 Siswa SD di Subang diduga keracunan usai santap MBG, Dinkes kirim sampel ke laboratorium

Tan juga mengkritik kualitas bahan yang digunakan penyedia makanan. “Rasanya kayak karton, warnanya pink, lalu anak-anak disuruh DIY, astaga,” ujarnya.

Kritik ahli gizi itu menjadi alarm bahwa MBG tidak bisa hanya mengedepankan distribusi masif tanpa memperhatikan kualitas, keamanan, dan keberlanjutan menu.

Kini, publik menunggu apakah evaluasi yang dijanjikan pemerintah mampu menjawab krisis kepercayaan di tengah maraknya kasus keracunan massal.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X