“Ratusan miliar habis buat perjalanan dinas, beli ATK, makan-minum rapat, belanja barang dan jasa,” ungkapnya.
Baca Juga: Kang Rey resmikan Masjid Asmaul Husna, tegaskan masjid jadi pusat persatuan dan pendidikan umat
Ramai dukungan publik
Unggahan Leony memicu perbincangan hangat di media sosial. Banyak warganet mendukung langkahnya karena dianggap mewakili keresahan masyarakat terhadap transparansi APBD.
“Bener banget, kita memang harus kuliti pemkot atau pemda masing-masing,” tulis akun @ta****m.
Sebagian lain mendesak pemerintah daerah memberi klarifikasi resmi. “Ayo pemkot ditunggu klarifikasinya,” kata @cr******y.***
Artikel Terkait
Polisi amankan 17 orang terkait penguasaan lahan BMKG di Tangsel
Polisi bongkar dugaan ormas PP Tangsel raup Rp7 miliar dari parkir RSUD selama 7 tahun
Luhut: Anggaran program Makan Bergizi Gratis tahun 2026 bisa tembus Rp300 triliun
Polri ajukan tambahan anggaran Rp63,7 triliun untuk 2026, fokus armada dan kesejahteraan personel
DPRD soroti infrastruktur dalam perubahan KUA-PPAS, Wabup Subang: Anggaran harus dialihkan ke sektor prioritas
Menteri Trenggono usul tambah anggaran KKP jadi Rp26,71 triliun untuk bangun 500 Kampung Nelayan dan tambak garam Pantura
Anggaran pendidikan 2026 tembus Rp757,8 triliun, tertinggi sepanjang sejarah