GENMILENIAL.ID – Ketua DPR RI, Puan Maharani, mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk segera menangani banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Bali.
Puan menegaskan, langkah cepat dalam penanganan dampak banjir merupakan bukti kapasitas negara dalam melindungi rakyat.
“Banjir di Bali menelan korban jiwa, merusak rumah warga, melumpuhkan aktivitas perdagangan, bahkan pariwisata yang menjadi nadi ekonomi,” kata Puan dalam keterangannya, Jumat, 12 September 2025.
Baca Juga: Jejak kasus narkoba Fariz RM, kini divonis 10 bulan penjara dan denda Rp800 juta
“Ini bukan sekadar bencana alam, melainkan ujian kapasitas negara dalam melindungi rakyat,” imbuhnya.
Menurutnya, penanganan pascabanjir harus segera dilakukan, mulai dari distribusi obat, makanan siap saji, serta perlengkapan bagi anak, bayi, dan lansia.
Ia juga menekankan pentingnya pendataan akurat dan transparan terhadap korban jiwa, kerugian material, hingga jumlah pengungsi agar bantuan tepat sasaran.
Selain itu, Puan meminta pemulihan infrastruktur vital seperti jalan utama, jembatan, drainase, hingga pasar yang sempat lumpuh akibat banjir segera dipercepat.
“Jangan hanya memperbaiki infrastruktur yang rusak, tetapi juga memastikan masyarakat kecil, para pedagang pasar, petani, hingga pelaku UMKM mendapatkan dukungan finansial agar tidak semakin terpuruk,” tegasnya.
Diketahui, berdasarkan data BNPB hingga Kamis, 11 September 2025, banjir di Bali telah menelan 14 korban jiwa, sementara dua orang lainnya masih dalam pencarian.***
Artikel Terkait
Wacana Puan kembali amankan kursi Ketua DPR RI, intip 4 kontroversi yang bikin kader PDI Perjuangan Itu dihujani kritik tajam
Klaim wakil Ketua DPR RI yang menyebut telah berdialog dengan sipil terkait UU TNI: Kami melakukan komunikasi intens
Pesan Ketua DPR RI saat Rapat Paripurna: Negara harus hadir tanpa menunggu rakyat memviralkan
Ketua DPR desak pemerintah bubarkan ormas pengganggu ketertiban
Ketua DPR soroti ormas serobot lahan BMKG: Negara tak boleh kalah oleh premanisme
DPR terima surpres usulan Dubes RI untuk 24 negara, Puan: Nama-nama masih rahasia
Ramai isu kenaikan gaji DPR, Puan Maharani tegaskan hanya kompensasi rumah