Timnas U-23 gagal ke Piala Asia 2026, Coach Justin: Vanenburg kehilangan pemain selevel era Shin Tae-yong

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Sabtu, 13 September 2025 | 21:14 WIB
Pelatih Timnas Indonesia U-23, Gerald Vanenburg mendapatkan sorotan khusus usai gagal membawa Garuda Muda ke Piala Asia U-23 2026 (Instagram.com/@geraldvanenburgofficial)
Pelatih Timnas Indonesia U-23, Gerald Vanenburg mendapatkan sorotan khusus usai gagal membawa Garuda Muda ke Piala Asia U-23 2026 (Instagram.com/@geraldvanenburgofficial)

GENMILENIAL.ID – Gagalnya Timnas Indonesia U-23 melaju ke Piala Asia U-23 2026 menuai sorotan tajam.

Pengamat sepak bola, Justinus Lhaksana alias Coach Justin, menilai merosotnya performa Garuda Muda tak lepas dari absennya pemain bintang yang sebelumnya hadir di era Shin Tae-yong.

Menurutnya, saat Shin Tae-yong masih menukangi skuad, Indonesia diperkuat nama-nama penting seperti Marselino Ferdinan, Justin Hubner, hingga Ivar Jenner.

Baca Juga: Kontroversi Ferry Irwandi vs TNI: Supremasi sipil, HAM, dan batas kebebasan berekspresi

Sementara itu, pelatih baru Gerald Vanenburg lebih banyak mengandalkan pemain Liga 1 yang dinilai kurang selevel.

“Beda, dulu ada Nathan, Justin, Struick, bahkan Ridho juga ada. Sekarang pemain Liga 1 semua, kualitasnya beda banget,” ujar Coach Justin dikutip dari YouTube HY Sport, Sabtu, 13 September 2025.

Ia juga menyoroti minimnya kreativitas permainan Indonesia sepanjang kualifikasi. Menurutnya, para pemain terlihat bermain aman dan tidak berani mengambil risiko.

Meski demikian, Coach Justin menilai kegagalan ini tidak bisa sepenuhnya ditimpakan kepada Vanenburg. Faktor waktu persiapan yang sangat terbatas juga menjadi kendala besar.

Baca Juga: 142 Negara dukung Palestina merdeka, akar konflik Israel sejak 1947 kembali jadi sorotan

“Event ini terlalu cepat datangnya buat Vanenburg. Dia enggak dapat persiapan yang benar. Kalau Shin dulu bisa TC ke Kroasia, ini cuma punya waktu lima hari,” jelasnya.

Ia menyarankan agar PSSI memberi waktu lebih lama bagi Vanenburg sebelum mengambil keputusan.

Menurutnya, penilaian adil baru bisa dilakukan setelah sang pelatih minimal menjalani satu musim penuh.

“Kalau pecat Vanenburg saya oke-oke saja, tapi kasih dia waktu dulu. Kalau setelah setahun masih enggak ada progres, baru silakan diganti. Sekarang waktunya terlalu pendek,” tegas Coach Justin.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X