Polisi pastikan tak ada korban jiwa dalam demo tuntut mundur Bupati Pati

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Rabu, 13 Agustus 2025 | 19:54 WIB
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto, memastikan tidak ada korban jiwa dalam aksi demo tuntut Bupati Pati mundur (Facebook/Humas Polda Jawa Tengah)
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto, memastikan tidak ada korban jiwa dalam aksi demo tuntut Bupati Pati mundur (Facebook/Humas Polda Jawa Tengah)

GENMILENIAL.ID – Polda Jawa Tengah memastikan tidak ada korban jiwa dalam aksi demonstrasi besar-besaran yang menuntut Bupati Pati, Sudewo, mundur dari jabatannya.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto, menyampaikan bahwa meski aksi yang digelar Rabu 13 Agustus 2025 sempat memanas dan terjadi kericuhan, hasil penelusuran hingga sore hari memastikan tidak ada korban meninggal dunia.

"Sore ini hasil penelusuran nihil adanya, tidak ada korban yang meninggal dunia dari aksi anarkis tersebut," tegas Artanto.

Baca Juga: ESAI: Bicaralah sesuai disiplin ilmu (part II)

Ia menjelaskan, kericuhan dalam aksi tersebut sempat menyebabkan korban luka di kedua belah pihak, baik dari aparat kepolisian maupun masyarakat.

Namun, semua korban dapat tertangani dengan baik tanpa adanya kehilangan nyawa.

Selain itu, polisi juga mengamankan sedikitnya 11 orang yang diduga menjadi provokator dalam kerusuhan.

Mereka kini tengah menjalani proses pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut.

"Pelaku yang menjadi provokator itu kurang lebih ada 11 kita lakukan pengamanan. Sedang dilakukan pendataan dan pemeriksaan," jelasnya.

Baca Juga: Tembak mati 3 polisi di lokasi judi, Kopda Bazarsah divonis hukuman mati

Aksi demonstrasi ini bermula dari kebijakan Bupati Sudewo yang sempat menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga 250 persen.

Kebijakan tersebut memicu gelombang protes warga karena dinilai memberatkan, apalagi di tengah kondisi ekonomi yang belum pulih sepenuhnya.

Kemarahan publik semakin memuncak setelah pernyataan Sudewo yang menantang warga untuk menggelar aksi besar-besaran.

Meski kemudian ia meminta maaf dan membatalkan kenaikan PBB, massa tetap turun ke jalan untuk menuntutnya mundur dari jabatan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X