Kurir Happy Five ditangkap di Kelapa Gading, edarkan 25.000 butir atas perintah bos dari Malaysia

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Rabu, 9 Juli 2025 | 13:40 WIB
Ilustrasi - Polisi berhasil menangkap kurir narkoba happy five yang terlibat dalam jaringan internasional (freepik.com)
Ilustrasi - Polisi berhasil menangkap kurir narkoba happy five yang terlibat dalam jaringan internasional (freepik.com)

GENMILENIAL.ID – Seorang perempuan bernama Nuryani alias Maura ditangkap Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri karena diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkoba internasional.

Maura diketahui berperan sebagai kurir narkotika jenis Happy Five sebanyak 25.000 butir atas perintah bandar asal Malaysia.

“Maura berperan membawa barang yang akan dikirim atau ditaruh di suatu tempat, menyiapkan atau mengemas barang, serta mendistribusikannya atas perintah bos,” ungkap Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, Kamis, 3 Juli 2025.

Maura ditangkap saat berada di lobi sebuah apartemen di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Baca Juga: Defisit APBN 2025 membengkak, pemerintah gunakan SAL Rp85,6 triliun atas persetujuan DPR

Berdasarkan penyelidikan, ia menerima instruksi langsung dari bandar bernama Chuo Teck Huo melalui aplikasi pesan instan.

Riwayat keterlibatan Maura dengan jaringan narkoba lintas negara dimulai sejak 2013, ketika ia bertemu Tantan Tuk, bos asal Malaysia.

Setelah kembali ke Indonesia pada 2021, Maura melanjutkan aktivitasnya dan menjalin hubungan asmara dengan seseorang bernama 'Koko Baek', yang juga disebut terlibat dalam jaringan tersebut.

Menurut Brigjen Eko, Maura menerima titipan narkoba jenis Happy Five dari Tantan di kawasan Mangga Dua, Jakarta.

Baca Juga: Arief Rosyid nilai kemarahan Bahlil soal data listrik sangat wajar: Menteri yang detail dan total bekerja

Total narkoba yang ditangani mencapai 5 kg atau sekitar 25.000 butir. Dalam satu kali pengiriman 5.000 butir, ia diberi upah Rp3 juta, dan Rp2 juta untuk pengiriman 2.000 butir.

“Salah satu rencana pengiriman besar sebanyak 5.000 butir akan dikirim ke Sunter, Jakarta Utara,” tambahnya.

Maura juga sempat meminta uang operasional sebesar Rp4 juta, sehingga total bayaran yang telah diterimanya mencapai Rp9 juta.

Polisi masih terus mengembangkan kasus ini untuk membongkar jaringan internasional yang diduga beroperasi dari Malaysia.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X