Arief Rosyid nilai kemarahan Bahlil soal data listrik sangat wajar: Menteri yang detail dan total bekerja

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Rabu, 9 Juli 2025 | 13:28 WIB
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia (Instagram/bahlillahadalia)
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia (Instagram/bahlillahadalia)

GENMILENIAL.ID – Kader muda Partai Golkar, Arief Rosyid Hasan menilai sikap tegas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam rapat bersama Komisi XII DPR RI sebagai hal yang wajar dan bentuk tanggung jawab seorang pemimpin terhadap kinerja organisasinya.

“Pak Bahlil orangnya sangat detail sekali, sehingga kalau ada kesalahan sekecil apapun dia pasti tahu, apalagi ini terkait data yang tidak sinkron dalam forum penting dengan DPR RI,” ujar Arief dalam keterangannya, Kamis, 3 Juli 2025.

Pernyataan ini disampaikan Arief menanggapi kemarahan Menteri Bahlil saat rapat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu 2 Juli 2025, karena tidak mendapat data mutakhir dari PLN dan jajarannya soal target desa penerima aliran listrik.

Baca Juga: Polda Jabar gagalkan penyelundupan 50.000 benih lobster ilegal senilai Rp2 miliar, dua pelaku ditangkap

Bahlil bahkan meminta jajaran dirjen di Kementerian ESDM dan Dirut PLN Darmawan Prasodjo untuk segera menghadap dirinya usai rapat.

Sebagai mantan Ketua Umum HMI (2013–2015), Arief menyebut sikap Bahlil menunjukkan keseriusannya dalam menjalankan misi pemerintahan Prabowo Subianto untuk mempercepat swasembada energi nasional.

“Beliau selalu hadir langsung di tengah masyarakat menyikapi persoalan konkret, bukan hanya dari balik meja,” kata Arief.

Menurut Arief, Bahlil layak mendapatkan dukungan penuh dari jajaran di Kementerian ESDM agar semua program strategis berjalan efektif.

Baca Juga: Viral aksi warga tegur pembuang sampah sembarangan, suruh ambil kembali meski sudah dilempar ke sungai

Ia juga optimistis Indonesia bisa mencapai swasembada energi di bawah kepemimpinan Bahlil.

Sebelumnya, dalam rapat dengan DPR, Bahlil menyebut bahwa data yang diterimanya soal desa sasaran program energi tidak sesuai.

Ia menyebut ada sekitar 5.600 desa yang harus ditangani, namun laporan PLN menyebut 10.000 desa.

"Ini nggak tahu dirjen saya yang nggak benar atau dirut PLN-nya yang nggak benar? Kalian habis ini ketemu sama saya ya," kata Bahlil dengan nada kesal.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X