Bangun Command Center Nasional, Menko Polhukam usulkan anggaran Rp728,8 miliar untuk 2026

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Senin, 7 Juli 2025 | 23:37 WIB
Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan Indonesia, Budi Gunawan (Instagram/bgunawan_id)
Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan Indonesia, Budi Gunawan (Instagram/bgunawan_id)

GENMILENIAL.ID – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Budi Gunawan, mengajukan usulan tambahan anggaran tahun 2026 sebesar Rp728,8 miliar.

Angka tersebut meningkat hampir tujuh kali lipat dari pagu indikatif awal yang hanya sebesar Rp126,5 miliar.

Pengajuan ini disampaikan Budi saat rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI, Senin, 7 Juli 2025.

Baca Juga: Tata Janeeta bongkar sisi lain Maia Estianty: Tulus, dewasa, dan jadi tempat curhat tengah malam

Ia menilai pagu awal tidak cukup untuk mendukung kebutuhan strategis kementerian dalam menghadapi tantangan geopolitik dan dinamika nasional.

“Kami mengajukan usulan kebutuhan anggaran sebesar Rp728,8 miliar,” ujar Budi di hadapan anggota dewan.

Rinciannya, Rp195,3 miliar dialokasikan untuk kegiatan koordinasi kebijakan dalam bidang politik, pertahanan, keamanan, dan luar negeri.

Sementara Rp533,5 miliar dialokasikan untuk program dukungan manajemen, termasuk pembangunan Command Center Politik senilai Rp250 miliar.

Baca Juga: Jenazah mahasiswi UNS yang lompat ke Bengawan Solo ditemukan 3,3 km dari lokasi jatuh

Menurut Budi, pembangunan Command Center menjadi kebutuhan strategis dalam mengintegrasikan pengelolaan data, pemantauan, dan analisis situasi nasional.

“Command Center ini sangat diperlukan, bukan hanya sebagai infrastruktur fisik, tetapi juga untuk pengelolaan data dan pemantauan situasi strategis nasional,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa Indonesia kini menghadapi tantangan yang semakin kompleks akibat perubahan global yang dinamis.

Kehadiran Command Center diyakini dapat memperkuat peran Kemenko Polhukam dalam mengantisipasi potensi konflik dan koordinasi lintas sektor.

Baca Juga: Ramai netizen Brasil serbu medsos, DPR sarankan Basarnas gunakan translator untuk hadapi situasi internasional

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X