Pernyataannya soal kerja di luar negeri jadi sorotan, Menteri Karding: Saya kampanye, bukan menelantarkan

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Minggu, 29 Juni 2025 | 16:21 WIB
Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding, beri klarifikasi soal mencari kerja ke luar negeri (Instagram/abdulkadirkarding)
Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding, beri klarifikasi soal mencari kerja ke luar negeri (Instagram/abdulkadirkarding)

GENMILENIAL.ID – Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding memberikan klarifikasi terkait pernyataannya yang sempat menuai kontroversi saat mendorong Warga Negara Indonesia (WNI), khususnya mahasiswa, untuk mencoba peluang kerja di luar negeri.

Klarifikasi ini disampaikan Karding dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Program Kemen-P2MI yang digelar di Jakarta, Sabtu, 28 Juni 2025.

“Seingat saya, saya bicara bahwa saya kampanye agar anak-anak, termasuk mahasiswa, bisa berkesempatan bekerja di luar negeri,” ujar Karding.

Baca Juga: Perempuan ditemukan tewas di saluran irigasi belakang rumah makan di Pagaden, diduga korban penganiayaan

Sebelumnya, dalam acara peresmian Migrant Center di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Kamis 26 Juni 2025 lalu, Karding sempat menyampaikan pernyataan yang ditafsirkan sebagian publik sebagai ajakan bagi WNI untuk meninggalkan negeri sendiri karena minimnya lapangan kerja dalam negeri.

Menanggapi hal itu, Karding menilai pernyataannya disalahpahami.

“Namun, dipersepsikan dan ditulis seolah-olah saya menelantarkan orang Indonesia ke luar negeri karena tidak ada lapangan kerja di dalam negeri,” ungkapnya.

Menurut Karding, penempatan tenaga kerja ke luar negeri memang bagian dari tugas pokok institusi yang ia pimpin.

Baca Juga: Sidang Vadel dimulai, Nikita Mirzani akan dihadirkan sebagai pelapor dan ibu korban

“Padahal tugas saya memang untuk melindungi dan menempatkan pekerja migran, bukan mengurus lapangan kerja dalam negeri. Itu kewenangan Kementerian Ketenagakerjaan,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa bekerja di luar negeri bukan bentuk keputusasaan, melainkan alternatif positif bagi para pencari kerja, termasuk lulusan perguruan tinggi.

Dalam sambutannya di Undip, Karding sempat menyampaikan bahwa Jawa Tengah memiliki hampir satu juta pengangguran, dan mahasiswa bisa menjadi bagian dari mereka jika tidak segera mencari alternatif.

Baca Juga: Sidang kasus Vadel Badjideh dimulai, minta maaf dan akui bohongi publik

“Di Jateng ada (hampir) 1 juta (pengangguran) yang belum terserap, anda (mahasiswa) calon (tenaga kerja) yang tidak terserap, maka segera berpikir ke luar negeri,” ucapnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X