Dalam konteks energi, kegagalan memahami literasi bisa berdampak lebih besar terutama bila manusia hendak mengeksplorasi alam sebagai sumber energi.
Kerusakan ekologi, konflik kepentingan, endemi penyakit, adalah contoh dampak buruk dalam konteks gagalnya memahami literasi energi.
Skala kesalahan pembacaan ini berlipat ganda ketika kita berbicara tentang pengelolaan energi dalam skala kebijakan. Ambil contoh proyek konversi sampah menjadi energi listrik.
Di atas kertas, program ini tampak menjanjikan: sampah yang menjadi persoalan kota bisa diubah menjadi sumber energi terbarukan.
Namun, ketika kebijakan ini dijalankan tanpa pemahaman kontekstual misalnya tanpa melibatkan masyarakat lokal, tanpa transparansi proses, tanpa uji dampak ekologis yang menyeluruh konversi itu bisa menjadi bencana.
Bau busuk, pencemaran udara, peningkatan risiko kesehatan, dan konflik sosial adalah hal-hal yang kerap muncul.
Semua ini menunjukkan bahwa konversi energi tanpa literasi ekologis dan sosial akan berujung pada bentuk baru dari ketimpangan dan kerusakan.
Literasi seharusnya menjadi basis etika dalam kebijakan energi. Ketika masyarakat tidak diajak memahami cara kerja proyek energi, mereka diposisikan semata sebagai penonton atau korban, bukan sebagai subjek.
Padahal, dalam prinsip energi berkelanjutan, partisipasi adalah elemen utama. Masyarakat perlu dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan, bukan hanya diberi informasi setelah proyek selesai.
Dengan demikian, literasi energi seharusnya dikembangkan sebagai kemampuan kritis yang memungkinkan publik menilai, bertanya, dan berpartisipasi dalam proses transformasi energi.
Ini termasuk memahami teknologi, mengenali dampak jangka panjang, serta membaca dinamika kekuasaan di balik proyek-proyek besar.
Di era digital saat ini, informasi tentang energi dan lingkungan tersebar luas dalam berbagai bentuk: infografis, video pendek, kampanye visual. Namun, penyebaran informasi tidak selalu sebanding dengan pemahaman.
Artikel Terkait
Dukung energi terbarukan, PT Dahana serahkan 'Si Badai' ke pelaku UMKM Subang
Seminar Galuh Pakuan soroti energi terbarukan, siapkan SDM Subang hadapi industri kendaraan listrik
Nego dagang RI ke AS: Indonesia siap tambah porsi di sektor energi demi tekan tarif 32 persen
Galuh Pakuan buka pintu diplomasi budaya, Tiongkok siap investasi energi terbarukan di Subang
Bahlil pastikan Kementerian ESDM akan atur porsi investasi Danantara di proyek energi nasional
ESAI: Sastra Indonesia antara retrospeksi dan resolusi di era literasi digital
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, Pemkab Subang kampanyekan aksi nyata lawan polusi plastik