Meski pernyataan Trump mengisyaratkan harapan akan meredanya ketegangan, banyak pengamat internasional dan diplomat menyatakan skeptis atas keabsahan klaim tersebut, terutama karena belum ada pernyataan resmi dari kedua negara yang disebut.
Lembaga-lembaga seperti PBB, Uni Eropa, dan organisasi HAM internasional masih menahan diri memberikan pernyataan hingga ada verifikasi dari sumber primer.
Baca Juga: Wamenpar pacu pemerataan pariwisata lewat paket 3B: Bali Utara dan Barat punya potensi luar biasa
Tak sedikit pula analis yang menilai klaim Trump bisa bermuatan politis, mengingat dinamika dalam negeri AS yang juga sedang memanas menjelang pemilu.
Dengan belum adanya konfirmasi resmi dari Teheran maupun Tel Aviv, publik dunia kini menanti perkembangan lanjutan dalam 24 jam ke depan, apakah benar akan terjadi gencatan senjata atau situasi justru berpotensi kembali memburuk.***
Artikel Terkait
Putin tawarkan diri jadi mediator konflik Iran-Israel, Trump tolak mentah-mentah
AS tuding Iran siap produksi bom nuklir dalam hitungan pekan, Trump kumpulkan Dewan Keamanan Nasional
Trump klaim hancurkan tiga fasilitas nuklir Iran, ancam serangan lebih besar jika perdamaian ditolak
Menlu Sugiono umumkan 97 WNI berhasil dievakuasi dari Iran, proses berlanjut di tengah eskalasi konflik
Harga minyak dunia melejit usai AS dan Israel serang fasilitas nuklir Iran, Brent sentuh Rp1,2 juta per barel
Amarah Kim Jong Un usai Trump ikut campur konflik Israel-Iran: Langkah AS dinilai sembrono dan langgar piagam PBB
Pesawat 'misterius' China terpantau terbang ke Iran di tengah gempuran Israel-AS