Pemerintah Arab Saudi minta Kemenag perketat seleksi kesehatan calon jemaah haji tahun depan

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Senin, 23 Juni 2025 | 19:22 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar saat mengunjungi Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja (Daker) Makkah pada 3 Juni 2025 (Kemenag.go.id)
Menteri Agama Nasaruddin Umar saat mengunjungi Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja (Daker) Makkah pada 3 Juni 2025 (Kemenag.go.id)

GENMILENIAL.ID – Penyelenggaraan ibadah haji tahun 2025 telah memasuki fase pemulangan jemaah ke Tanah Air.

Sebagian jemaah sudah tiba di Indonesia, sementara sebagian lainnya masih menunggu jadwal kepulangan dari Tanah Suci.

Di tengah proses tersebut, Kementerian Agama (Kemenag) menerima nota diplomatik dari Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta.

Nota bertanggal 16 Juni 2025 itu ditujukan kepada Menteri Agama, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, serta Direktur Timur Tengah di Kementerian Luar Negeri.

Baca Juga: Gegara nyemplung kolam, suami Inul masuk IGD: Luka parah hingga operasi

Salah satu poin penting dalam nota tersebut menyoroti perlunya seleksi kesehatan yang lebih ketat terhadap calon jemaah haji Indonesia untuk musim haji mendatang.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Hilman Latief, membenarkan bahwa isu kesehatan jemaah telah menjadi perhatian sejak awal, terutama karena tingginya jumlah jemaah lansia dan berisiko tinggi.

“Harapan dari Kemenhaj melalui nota diplomatik itu adalah proses seleksi jemaah lebih ketat,” ujar Hilman di Madinah, dikutip dari laman resmi Kemenag Senin, 23 Juni 2025.

Ia menyebut, jumlah jemaah wafat pada musim haji 2025 menjadi perhatian serius dari Pemerintah Arab Saudi.

Baca Juga: Wisatawan Brasil jatuh ke kawah Rinjani, Tim SAR kerahkan puluhan personel dan drone untuk evakuasi

Karena itu, jemaah lansia dan berisiko tinggi diminta mendapat perhatian ekstra dari kelompok dan pendampingnya.

“Jangan terlalu memaksakan ibadah sunah terlalu sering kepada jemaah dengan kondisi khusus seperti lansia atau risiko tinggi,” tegas Hilman.

Hilman juga menekankan bahwa ke depan, jemaah dengan kondisi medis berat, seperti yang membutuhkan cuci darah, sebaiknya tidak diberangkatkan.

“Pesan ini juga untuk keluarga jemaah agar tidak memaksakan anggota keluarganya yang tidak sehat untuk berangkat, mengingat medan pelaksanaan haji sangat berat,” imbuhnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X