GENMILENIAL.ID – Program andalan pemerintah bertajuk Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai kritik. Kali ini, sorotan datang dari bentuk pembagian bantuan yang viral di media sosial, terutama di wilayah Tangerang Selatan.
Pasalnya, menu MBG yang seharusnya dikonsumsi langsung oleh anak-anak justru dibagikan dalam bentuk bahan mentah.
Kondisi ini menjadi perhatian serius Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi. Ia menilai praktik seperti itu tidak sesuai dengan semangat awal MBG yang bertujuan memberikan asupan bergizi secara praktis kepada anak-anak.
Baca Juga: Pelantikan 1.068 PPPK Subang jadi momentum perkuat kolaborasi dan pemerataan pelayanan publik
“Sejak awal, program MBG dirancang untuk makanan yang langsung bisa dikonsumsi, bukan bahan mentah seperti sembako,” tegas Nurhadi kepada media, Kamis, 19 Juni 2025.
Ia mengingatkan bahwa pembagian MBG dalam bentuk bahan mentah bukan hanya membingungkan masyarakat, tetapi juga bisa berujung pada pengalihan tanggung jawab negara terhadap pemenuhan gizi anak-anak.
“Tanpa petunjuk pengolahan, tanpa alat masak, dan tanpa mempertimbangkan kondisi masyarakat, ini bisa dianggap lepas tangan,” tambahnya.
Nurhadi juga mempertanyakan efektivitas program jika pelaksanaannya tidak terstandar dan menimbulkan multitafsir di lapangan.
Baca Juga: Bukan sekadar bertanding, Polres Subang angkat semangat rekreatif di Hari Bhayangkara ke-79
“Apakah ini masih intervensi gizi, atau hanya formalitas menyalurkan bantuan?” tanyanya.
Di sisi lain, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menjelaskan bahwa belum ada kebijakan resmi soal pemberian MBG dalam bentuk bahan mentah.
Ia menyebut juknis MBG untuk masa libur sekolah masih dalam proses penyusunan.
“Kalau siswa bisa hadir ke sekolah, MBG diberikan dalam bentuk makanan segar. Bisa juga dibekali makanan tahan lama seperti telur, susu, atau buah untuk beberapa hari,” terang Dadan di Jakarta.
Diketahui, dalam dokumentasi menu MBG yang viral di media sosial, terlihat bantuan berupa kacang hijau, buah, ikan asin, beras, dan telur puyuh.
Artikel Terkait
Kepala BGN klaim kasus keracunan MBG justru berasal dari SPPG berpengalaman, ungkap rencana training ulang petugas
Marak kasus keracunan MBG, Kepala BGN bantah ada pengiritan yang mempengaruhi kualitas makanan
Buntut kasus KLB keracunan MBG di Kota Bogor, Kepala BGN lakukan evaluasi pengiriman dan penyajian makanan
DPR minta BGN hentikan impor tempat makan MBG dari China, sarankan pakai produk Lokal
Kadin China dukung program MBG, siap bangun 1.000 dapur bergizi di Indonesia
Kepala BGN klaim 60 persen anak Indonesia sulit akses gizi seimbang dan susu, soroti pentingnya program MBG
Viral pembagian MBG masih bahan mentah di Tangsel, BGN bantah ada kebijakan resmi