Menlu RI kritik negara G7 yang bela Israel: Itu justru perparah konflik dengan Iran

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Kamis, 19 Juni 2025 | 16:11 WIB
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono (Instagram.com/@sugiono_56)
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono (Instagram.com/@sugiono_56)

GENMILENIAL.ID – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, menyatakan keprihatinannya atas sikap negara-negara G7 yang secara terbuka membela Israel dalam konflik bersenjata melawan Iran.

Menurutnya, dukungan semacam itu berpotensi memperburuk eskalasi perang yang kini terus berkembang di kawasan Timur Tengah.

Dalam konferensi pers di sela kunjungannya ke St. Petersburg, Rusia, Kamis, 19 Juni 2025, Sugiono mengatakan bahwa Indonesia menolak pendekatan militer dan mendorong penyelesaian damai demi keselamatan sipil.

Baca Juga: Menlu RI naikkan status siaga 1 untuk WNI di Iran: Israel incar fasilitas sipil

“Kita sama sekali tidak mengharapkan situasi ini, justru akan memperburuk situasi. Kita tidak tahu kalau sudah begini nanti berhentinya di mana,” ujar Sugiono.

“Begitu ada perang yang dimulai, kita tidak tahu kapan dan bagaimana berhentinya,” imbuhnya.

Sugiono menegaskan bahwa Indonesia tetap konsisten berada di garis diplomasi dan perdamaian, serta menolak cara-cara kekerasan yang merugikan rakyat sipil.

“Makanya kita berharap untuk kebijaksanaan, sehingga ada langkah-langkah yang damai untuk bisa mengundurkan ketegangan,” tuturnya.

Baca Juga: Pejabat senior bocorkan AS siap serang Iran, Khamenei: Kami tak akan menyerah pada Israel

Pernyataan Sugiono ini menanggapi deklarasi para pemimpin negara G7 yang dikeluarkan saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Kanada, pada 15–17 Juni 2025 lalu.

Dalam pernyataannya, G7 menegaskan bahwa Israel memiliki hak untuk membela diri dari serangan Iran.

“Kami, pemimpin G7, menegaskan kembali komitmen kami terhadap perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah. Dalam konteks ini, kami menegaskan bahwa Israel berhak membela diri,” demikian isi pernyataan G7 yang dilansir dari Reuters.

G7 juga menyampaikan kekhawatiran atas kemungkinan pengembangan senjata nuklir oleh Iran, yang disebut sebagai 'sumber utama ketidakstabilan dan teror regional'.

Baca Juga: Putin tawarkan diri jadi mediator konflik Iran-Israel, Trump tolak mentah-mentah

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X