GENMILENIAL.ID - Dunia internasional diguncang kabar mengejutkan soal dugaan penculikan 12 aktivis kemanusiaan, termasuk Greta Thunberg, oleh militer Israel.
Para aktivis ini berada di kapal bantuan Madleen yang hendak menuju Jalur Gaza, Palestina, Senin, 9 Juni 2025.
Kabar itu mencuat setelah Greta Thunberg, aktivis iklim asal Swedia, muncul dalam sebuah video pendek. Ia menyebut dirinya telah diculik oleh tentara Israel di perairan internasional.
"Nama saya Greta Thunberg dan saya dari Swedia. Jika kalian melihat video ini, kami sudah dicegat dan diculik di perairan internasional oleh tentara pendudukan Israel," ucap Greta dalam video yang dipublikasikan Al-Jazeera, Senin, 9 Juni 2025.
Baca Juga: Ranking FIFA Indonesia bisa tembus posisi 110 jika kalahkan Jepang di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Peristiwa itu terjadi saat kapal Madleen, yang mengusung misi kemanusiaan bertajuk Armada Gaza Merdeka, mendekati perairan Gaza sekitar pukul 01.17 dini hari waktu setempat.
Awak kapal sempat mengaktifkan alarm tanda bahaya sebelum kapal disergap.
Militer Israel, menurut laporan, mengerahkan unit elite angkatan laut Shayetet 13 untuk menghadang dan menaiki kapal.
Sekitar pukul 02.00, pasukan Israel dikabarkan membajak kapal dan memerintahkan seluruh penumpang mematikan telepon mereka.
Baca Juga: Keisuke Honda wanti-wanti Jepang hadapi Indonesia jelang laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Osaka
Tak lama berselang, Kementerian Luar Negeri Israel mengonfirmasi bahwa kapal telah diamankan dan sedang dibawa menuju Pelabuhan Ashdod, Israel.
"Kapal pesiar selfie para selebriti sedang dalam perjalanan menuju pantai Israel dengan selamat," tulis pernyataan resmi Kemlu Israel, dikutip dari laporan yang sama.
Israel juga menuding para aktivis tersebut hanya melakukan 'provokasi media' demi publikasi, dan menyebut misi bantuan kemanusiaan itu sebagai bagian dari strategi pencitraan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi dari otoritas internasional maupun PBB terkait status 12 aktivis yang berada di kapal Madleen.***
Artikel Terkait
Hari Bumi Internasional, mengingat jejak aktivis lingkungan Gaylord Nelson, seperti apa awal mulanya?
Tidak anti kritik, jika terpilih Kang Rey akan gelar ngopi setiap 3 atau 6 bulan sekali dengan awak media, aktivis dan para tokoh masyarakat
ESAI: Aktivis jangan berkhianat pada kepentingan publik
Pesan paskah terakhir Paus Fransiskus sehari sebelum meninggal dunia, serukan gencatan senjata di Gaza
Momen Aksi Bela Palestina di Kedubes AS, terbentang spanduk bergambar buah semangka: Tanda solidaritas RI untuk Gaza
ESAI: Paus Leo XIV dan harapan perdamaian untuk Gaza
Roberto Mancini serukan hentikan perang Gaza: Ini soal kemanusiaan, bukan pilih sisi