GENMILENIAL.ID - Menteri Keuangan Sri Mulyani melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Sabtu, 8 Juni 2025.
Dalam kunjungan yang disebut bersejarah ini, Sri Mulyani menyambangi wilayah yang selama ini dikenal sebagai zona rawan konflik.
Turut mendampingi, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Keduanya tampak mengenakan rompi antipeluru saat meninjau sejumlah titik di Nduga, termasuk sektor pendidikan dan layanan dasar masyarakat.
Baca Juga: Gubernur Elisa Kambu tegaskan Pulau Gag tak tercemar tambang: Video itu hoaks
“Betul apa yang dikatakan Pak Menhan, mungkin belum ada Menteri Keuangan yang ke sini atau ke Papua,” ujar Sri Mulyani dalam sambutan resminya.
Ia menegaskan bahwa kehadiran langsung di lapangan sangat penting, agar penyusunan kebijakan keuangan tak hanya berdasarkan angka dan data semata.
“Karena kalau melihat hanya dari angka, maka tidak bisa melihat situasi,” tegasnya.
Baca Juga: Komisi III DPR tolak wacana legalisasi kasino: Kultur kita berbeda, belum waktunya
Menurut Sri Mulyani, meski ini kunjungan pertamanya ke Nduga, ia sudah beberapa kali ke wilayah Papua dalam kapasitas sebagai Menkeu sejak masa pemerintahan Presiden Joko Widodo hingga kini.
Kunjungan kedua menteri ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memantau langsung pembangunan serta memberi dukungan terhadap situasi keamanan, sosial, pendidikan, dan kesehatan di wilayah tertinggal dan rawan konflik.***
Artikel Terkait
Termasuk di Papua Tengah, Badan Gizi Nasional klaim program Makan Bergizi Gratis sudah dilakukan di seluruh wilayah Indonesia
Menkeu Sri Mulyani klaim Coretax membaik: Pemeriksaan pajak diperpendek, restitusi jauh lebih cepat
Sri Mulyani bongkar jurus RI rayu Trump demi cegah tarif tinggi AS, soal produk impor hingga perpajakan
Menkeu Sri Mulyani klaim penerimaan pajak menguat di awal 2025: Sistem Coretax berjalan on track
Poin diskusi Sri Mulyani dengan Menkeu China, bahas proses nego tarif Trump hingga inisiatif ASEAN Plus 3
Prabowo dukung Papua Nugini gabung ASEAN, Seskab Teddy: Perkuat stabilitas kawasan
Sri Mulyani: Gaji ke-13 cair Juni, pemerintah tambah stimulus Rp24,44 triliun