GENMILENIAL.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengancam akan memberlakukan tarif impor tinggi terhadap negara-negara mitra dagang yang dianggap tidak menunjukkan iktikad baik dalam proses negosiasi perdagangan.
Ancaman tersebut disampaikan oleh Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, dalam sejumlah wawancara yang dilakukan pada Minggu, 18 Mei 2025.
Ia menyebut, jika tidak ada kemajuan berarti selama masa tenggang 90 hari, maka tarif baru akan diberlakukan secara penuh.
Baca Juga: Trump tunjukkan simpati usai Biden divonis kanker prostat: Kami sedih mendengarnya
“Jika mereka tidak menunjukkan iktikad baik, maka mereka akan menerima surat yang menyatakan, ‘Inilah tarifnya.’ Jadi saya berharap semua negara akan datang dan bernegosiasi dengan iktikad baik,” kata Bessent.
Kebijakan tarif tersebut sebelumnya diumumkan Trump pada Rabu, 2 April 2025. Namun, pemberlakuannya ditangguhkan selama tiga bulan untuk memberikan kesempatan negosiasi ulang antara AS dan mitra dagangnya.
Meski Bessent tidak menyebut secara spesifik negara mana saja yang menjadi target, sejumlah analis menilai strategi ini menciptakan ketidakpastian yang disengaja guna menekan negara lain menyetujui kesepakatan yang lebih menguntungkan bagi AS.
Di dalam negeri, kebijakan ini mulai memicu reaksi dari pelaku industri. Walmart, salah satu perusahaan ritel terbesar dunia, menyatakan akan menaikkan harga sejumlah produk mulai akhir Mei 2025 akibat lonjakan biaya impor.
Menanggapi hal itu, Trump justru menyindir perusahaan seperti Walmart yang menurutnya membebankan tarif kepada konsumen, alih-alih menyesuaikan strategi bisnis mereka.***
Artikel Terkait
Sri Mulyani bongkar jurus RI rayu Trump demi cegah tarif tinggi AS, soal produk impor hingga perpajakan
Tarif Trump bikin resah, Menko Airlangga kini bongkar proyek AZEC: Kerja sama dagang RI-Jepang
Poin diskusi Sri Mulyani dengan Menkeu China, bahas proses nego tarif Trump hingga inisiatif ASEAN Plus 3
Update tarif resiprokal Trump: Terapkan tarif 100 persen untuk semua film yang diproduksi di luar AS
Robert Prevost jadi Paus pertama dari Amerika Serikat, Presiden Donald Trump: Kehormatan besar bagi negara
Gencatan senjata India-Pakistan yang diumumkan Trump resmi berakhir pagi ini
Trump tunjukkan simpati usai Biden divonis kanker prostat: Kami sedih mendengarnya