DPR klaim 8 syarikah untuk jemaah haji Indonesia justru bikin kacau, desak Menag untuk segera evaluasi

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Jumat, 16 Mei 2025 | 01:26 WIB
Ilustrasi foto ibadah haji/umroh di depan Ka’bah di Majidil Haram (Unsplash/Khawaja Umer Faooq)
Ilustrasi foto ibadah haji/umroh di depan Ka’bah di Majidil Haram (Unsplash/Khawaja Umer Faooq)

Baca Juga: Bea cukai Arab Saudi sita 100 slop rokok jemaah calon haji Indonesia, berpotensi ada denda yang harus dibayar

“Bayangkan saja, ada jemaah yang belum siap berangkat namun tiba-tiba harus berangkat keesokan harinya, atau sebaliknya, jemaah yang seharusnya berangkat beberapa pekan lagi di kloter lain, mendadak harus segera berangkat, sistem seperti apa ini jika hasilnya justru menimbulkan kekacauan?” tuturnya.

Ia juga mempertanyakan mengapa ada 8 syarikah yang dilibatkan dalam ibadah haji untuk jemaah Indonesia pada tahun ini.

“Seharusnya Kementerian Agama telah melakukan identifikasi masalah dan langkah-langkah mitigasi sebelum menerapkan kebijakan ini dan apakah kekacauan yang terjadi saat ini sudah diketahui dan diantisipasi oleh Kemenag?” sambungnya.

Lebih lanjut, ia mendesak kementerian terkait untuk segera mencari solusi atas pelaksanaan sistem 8 syarikah di periode haji tahun ini.

Baca Juga: 4 Poin penting soal isu Grab-GoTo merger versi Rhenald Kasali, dari lapangan kerja hingga ekonomi RI

“Kami memberikan kesempatan kepada Kemenag dan Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah untuk bertindak cepat menangani masalah ini,” ucap anggota DPR yang kerap dipanggil Kiai Maman tersebut.

“Kami tidak dapat menerima jika penggunaan delapan syarikah ini justru menyengsarakan jemaah haji Indonesia,” tandasnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X