Ia menekankan pentingnya menjaga keharmonisan dan menjalankan kewajiban sebagai warga negara.
“Kita berharap penganut semua agama di Subang bisa hidup berdampingan secara rukun,” ucapnya.
Senada, Pendeta Roni Wowor dari BKSG Subang menilai pernyataan tersebut penting untuk memperjelas sikap umat beragama di Subang.
“Ini adalah bentuk kejelasan sikap seluruh umat beragama untuk menolak kegiatan keagamaan yang bertentangan dengan hukum,” katanya.
FKUB Subang mendesak agar seluruh pihak terkait meningkatkan pengawasan, sosialisasi, dan mendorong metode syiar yang menghargai kerukunan, privasi, serta nilai toleransi.
Artikel Terkait
Seminar FKUB Subang, Kapolres dan Dandim 0605 Subang sampaikan pesan moderasi beragama dan pluralisme
Pembangunan Rumah Ibadah, Ketua FKUB Subang sebut terkait SKB 2 Menteri, seperti ini penjelasanya
ESAI : Moderasi beragama
Jaga kondusifitas jelang Pilkada 2024, FKUB Subang akan gelar dialog moderasi beragama
FKUB Subang gelar moderasi beragama jelang Pilkada 2024, Dr. Imran sebut pentingnya peran pemimpin agama untuk menetralisir hal yang tidak diinginkan
Masyarakat adat dan FKUB, Budiono Ilyas : Kita ingin merangkul institusi yang berkaitan dengan itu, walaupun secara tupoksi bukan ranah FKUB
FKUB Subang: Penista agama berlindung dibalik aliran kepercayaan