GENMILENIAL.ID - Sebanyak delapan narapidana di Lapas Kelas I Semarang menerima pemotongan masa hukuman sebagai bentuk peringatan Hari Raya Waisak.
Remisi ini diberikan sebagai apresiasi atas perilaku baik selama menjalani masa pidana.
Kepala Lapas Semarang, Mardi Santoso, menyampaikan bahwa pengurangan hukuman yang diberikan bervariasi, mulai dari 15 hari hingga maksimal 45 hari.
Baca Juga: Mengenang sosok Eddie Nalapraya, Bapak Pencak Silat Dunia itu kini telah wafat di usia 93 tahun
Dari delapan napi penerima, enam di antaranya terlibat dalam kasus narkotika.
Sementara dua lainnya merupakan pelaku tindak pidana pencucian uang dan penipuan.
Mardi menjelaskan bahwa seluruh napi yang mendapat remisi telah menunjukkan sikap positif, aktif mengikuti berbagai pembinaan, dan tidak tercatat melakukan pelanggaran selama berada di dalam lapas.
“Remisi ini bagian dari sistem pemasyarakatan yang bertujuan memotivasi narapidana untuk terus memperbaiki diri dan siap kembali menjadi bagian dari masyarakat,” kata Mardi pada Senin 12 Mei 2025.
Baca Juga: Duka cita Prabowo atas wafatnya Eddie Nalapraya, kenang kiprah sang Ketum IPSI di era 80-an
Ia juga mengajak para penerima remisi untuk menjadikan momen Waisak sebagai titik balik dalam memperbaiki kehidupan dan meningkatkan tanggung jawab pribadi.
Lebih lanjut, Mardi berharap agar para napi penganut agama Buddha yang tahun ini mendapat remisi, bisa terus menjaga perilaku baiknya agar tahun depan bisa memperoleh remisi lagi.***
Artikel Terkait
Hari Raya Waisak, Lapas Kelas IIA Subang berikan remisi khusus pada 3 narapidana beragama Budha
Hari Raya Natal, Lapas 2A Subang berikan remisi khusus kepada 6 warga binaan
Ratusan warga binaan Lapas Kelas IIA Subang dapatkan Remisi Khusus Hari Raya Idul Fitri 1445 H
292.820 kendaraan tinggalkan Jabotabek pada Hari Raya Waisak 2024
559 Narapidana Lapas Kelas IIA Subang dapat remisi pengurangan hukuman pada Hari Kemerdekaan ke-79 Republik Indonesia
Rekomendasi 5 destinasi wisata bertema Buddha untuk libur Waisak 2025
Menyelami makna kirab Waisak 2025, perayaan yang dilakukan umat Buddha tanah air dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur