Kekosongan Dubes AS di tengah tarif respirokal Trump, bagaimana nasib Indonesia?

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Senin, 14 April 2025 | 23:55 WIB
Kekosongan tarif respirokal Trump berdampak ke Indonesia (Instagram.com/realdonaldtrump)
Kekosongan tarif respirokal Trump berdampak ke Indonesia (Instagram.com/realdonaldtrump)

GENMILENIAL.ID - Indonesia memilih jalur negosiasi dalam merespons kebijakan tarif resiprokal yang diumumkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Namun, di tengah persiapan intensif menuju perundingan, muncul sorotan publik terhadap satu fakta penting: posisi Duta Besar RI untuk Amerika Serikat hingga kini masih kosong.

Terakhir kali kursi Dubes RI untuk AS diisi oleh Rosan Roeslani, yang dilantik pada 25 Oktober 2021.

Namun, masa jabatannya tidak berlangsung lama.

Baca Juga: Peran Ketua PN Jaksel yang diduga pakai jabatannya untuk atur vonis lepas terdakwa di skandal korupsi CPO

Pada 17 Juli 2023, Rosan ditarik pulang ke Tanah Air dan dilantik sebagai Wakil Menteri BUMN.

Tak berselang lama, ia kembali dipercaya menduduki posisi strategis lain, yakni sebagai Menteri Investasi, dan kini menjabat sebagai CEO Danantara di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Kekosongan jabatan Dubes RI di Washington D.C. sudah berjalan hampir dua tahun, situasi yang menjadi bahan pembicaraan lantaran dinilai kurang ideal dalam konteks negosiasi penting seperti saat ini.

Terlebih, hubungan dagang Indonesia-AS tengah mengalami ketegangan akibat tarif baru yang diterapkan Trump terhadap produk asal Indonesia.

Baca Juga: Cerita saksi kecelakaan mobil rombongan umroh vs bus di Gresik, Jatim: Korban tumpuk jadi satu

Menanggapi hal tersebut, Wakil Menteri Luar Negeri RI Arif Havas Oegroseno menyatakan bahwa kekosongan ini disebabkan oleh proses transisi pemerintahan.

Meski begitu, ia memastikan, kekosongan posisi duta besar tidak akan menjadi hambatan dalam proses negosiasi yang akan berlangsung di Washington.

"Ya kita kan kalau begini (proses negosiasi) udah high level (pertemuan tingkat tinggi) ya," kata Havas, dikutip dari Antara, Senin 7 April 2025.

Delegasi Indonesia dalam perundingan tarif ini akan dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X