Kebijakan Trump ternyata untungkan salah satu ‘harta karun’, Indonesia bisa raup untung besar

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Sabtu, 12 April 2025 | 04:15 WIB
Donald Trump saat mengumumkan tarif impor (Instagram.com/whitehouse)
Donald Trump saat mengumumkan tarif impor (Instagram.com/whitehouse)

GENMILENIAL.ID - Harga batu bara dunia kembali naik signifikan dan memberikan angin segar bagi Indonesia, eksportir batu bara terbesar di dunia.

Kenaikan ini terjadi usai Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menandatangani empat perintah eksekutif yang bertujuan menghidupkan kembali industri batu bara di AS.

Berdasarkan data Refinitiv, harga batu bara pada Selasa 8 April 2025 tercatat sebesar US$100,25/ton atau sekitar Rp2 juta/ton naik 1,37 persen dibandingkan sehari sebelumnya.

Ini merupakan apresiasi dua hari berturut-turut dengan penguatan total 2,3 persen.

Baca Juga: Trump bangkitkan batu bara yang juga untungkan Indonesia, langkah mundur di tengah krisis iklim global?

Uniknya, batu bara menjadi satu-satunya sumber energi yang menguat, saat harga minyak dan gas mengalami penurunan tajam.

Langkah Trump diyakini akan memperbesar permintaan terhadap batu bara dunia.

"Hari ini, kami mengambil tindakan bersejarah untuk membantu para pekerja Amerika, penambang, keluarga, dan konsumen," kata Trump dalam pidatonya di Gedung Putih.

Indonesia berpotensi menjadi pihak yang diuntungkan dari kebijakan ini.

Pasalnya, negara ini memasok sekitar 405,76 juta ton batu bara pada 2024, naik hampir 7 persen dari tahun sebelumnya.

Baca Juga: Polda Jabar bongkar identitas peserta PPDS Unpad yang diduga perkosa keluarga pasien di RSHS: Spesialis anestesi

Meski nilai ekspor menurun, dorongan harga yang lebih tinggi bisa mendongkrak kembali nilai ekspor tahun ini.

Selain itu, tarif impor baru yang diterapkan Trump justru dapat membuat batu bara semakin dilirik oleh negara-negara Asia sebagai sumber energi termurah.

Batu bara menyumbang 56% pasokan listrik Asia, dan berperan penting menekan biaya produksi di tengah tekanan ekonomi global.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Sumber: apnews

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X