Warga Binong ditemukan tewas di Sungai Tarum Timur, diduga tenggelam saat memancing

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Minggu, 13 April 2025 | 13:58 WIB
Seorang pemuda asal Binong, Kabupaten Subang, ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Tarum Timur, Minggu 13 April 2025 pagi (Dok. Istimewa)
Seorang pemuda asal Binong, Kabupaten Subang, ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Tarum Timur, Minggu 13 April 2025 pagi (Dok. Istimewa)

 

GENMILENIAL.ID – Seorang pemuda asal Kecamatan Binong, Kabupaten Subang, ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Tarum Timur, Minggu 13 April 2025 pagi.

Korban diketahui bernama Anton Maulana (25 tahun), warga Kampung Jungklang, Desa Mulyasari, Kecamatan Binong.

Kapolsek Pagaden, Kompol Dede Suherman, membenarkan penemuan mayat tersebut.

Berdasarkan informasi, korban awalnya pergi memancing bersama temannya, Indun, pada Kamis 10 April 2025 sekitar pukul 11.00 WIB di Sungai Tarum Timur, tepatnya di Kampung Betok, Desa Karangwangi, Kecamatan Binong.

Baca Juga: Bupati Subang ungkap target pembangunan dalam acara 'Ngobras' bareng Aa Sule

“Saksi Indun sempat mengajak korban pulang sekitar pukul 18.00 WIB, namun korban menolak dan memilih melanjutkan memancing,” ujar Kapolsek.

Karena tidak kunjung pulang, keluarga korban bersama saksi kemudian melakukan pencarian. Pada Sabtu 12 April 2025, ayah korban melaporkan kejadian itu ke Polsek Binong.

Keesokan harinya, Minggu 13 April 2025 sekitar pukul 08.00 WIB, warga menemukan sesosok mayat di pintu 47 Sungai Tarum Timur, Blok Situ Baeud, Desa Pagaden, Kecamatan Pagaden.

Berdasarkan ciri pakaian berupa kaos hitam bertuliskan 'Trouble' dan celana jeans hitam, keluarga memastikan bahwa jasad tersebut adalah Anton Maulana.

Baca Juga: Aktivis Subang desak polisi usut aktor intelektual di balik pengeroyokan jurnalis

Pihak kepolisian langsung mendatangi lokasi, melakukan olah TKP bersama Unit Inafis dan tenaga medis dari Puskesmas Pagaden.

Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Pihak keluarga menolak dilakukan otopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Surat pernyataan penolakan otopsi juga telah dibuat,” jelas Kompol Dede.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X