Pernyataan ini didasarkan pada hasil pemeriksaan terhadap dua anggota TNI yang berada di lokasi kejadian saat insiden penembakan terjadi.
Menurut keterangan yang diberikan oleh dua saksi tersebut, para pelaku judi rutin memberikan uang "keamanan" kepada oknum TNI dan Polri.
Namun, perbedaan pendapat mengenai jumlah uang setoran disebut sebagai pemicu konflik yang berujung pada penembakan tragis itu.
Dalam keterangan yang disampaikan Asisten Intelijen Kasdam II/Sriwijaya Kolonel Inf Yogi Muhamanto, disebutkan bahwa perselisihan terkait setoran menjadi penyebab utama ketegangan di antara anggota kepolisian dan TNI sebelum insiden penembakan.
"Komunikasi yang tidak baik itu yang akhirnya memicu insiden yang tidak diinginkan tersebut," jelas Yogi.
Yogi juga mengungkap bahwa mendiang Kapolsek Negara Batin, Iptu Lusiyanto, merupakan salah satu pihak yang diduga menerima setoran dari praktik perjudian tersebut.
"Setiap meminta izin, Lusiyanto menjawab silakan, yang penting harus aman. Kata 'aman' itu maksudnya adalah setoran uang. Jadi, memang ada setoran uangnya dari pihak TNI kepada kepolisian," tambahnya.
Kasus ini kini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian dan TNI. Baik Polri maupun TNI berjanji untuk mengusut tuntas kasus ini agar kejelasan fakta dapat terungkap ke publik.***
Artikel Terkait
Dua oknum TNI diduga terlibat dalam penembakan saat penggerebekan judi sabung ayam di Lampung menyerahkan diri, Kapendam pastikan ada sanksi
Polres Subang gelar sholat ghaib bagi tiga anggota Polri yang gugur saat menjalankan tugas di Kabupaten Way Kanan, Lampung
Penggerebekan judi sabung ayam tewaskan 3 polisi Lampung, 12 selongsong peluru ditemukan saat olah TKP
Ada oknumnya yang diduga terlibat, TNI ikut polri lakukan olah TKP peristiwa penembakan 3 polisi di Lampung
Hasil autopsi 3 polisi yang gugur dalam tugas penggerebekan judi sabung ayam di Lampung, terungkap peluru menembus dada dan kepala korban
Kasus judi sabung ayam di Lampung tewaskan 3 polisi, ada dugaan bagi-bagi duit ke Koramil dan Polsek
Viral di medsos nominal uang setoran yang diduga diterima aparat terkait judi sabung ayam di Lampung, dari Rp2,5 juta minta Rp20 juta per hari