Namun, pihak kepolisian belum secara resmi mengungkap motif di balik peristiwa ini.
Baca Juga: Daftar 29 musisi Indonesia yang gugat UU Hak Cipta ke MK, tuntut kejelasan sistem royalti
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol. Artanto, hanya mengonfirmasi bahwa kasus masih dalam penyelidikan.
Hubungan Brigadir AK dan DJP: Faktor pemicu?
Dalam perkembangan terbaru, terungkap bahwa hubungan antara Brigadir AK dan DJP tidak resmi secara hukum.
Brigadir AK diketahui telah bercerai dari istri sahnya sebelum menjalin hubungan dengan DJP.
“Kalau perempuan ini (DJP) adalah teman dekat, belum istri sah. Namun, korban (NA) benar anak kandung dari Brigadir AK,” kata Artanto.
Fakta ini menambah kompleksitas kasus. Apakah ada faktor perselisihan dalam hubungan mereka yang memicu kejadian tragis ini?
Pelarian Brigadir AK dan dugaan upaya menutupi kasus
Salah satu aspek yang semakin memperkuat kecurigaan adalah pelarian Brigadir AK setelah kematian bayi.
Beberapa hari setelah kejadian, ia tidak bisa dihubungi dan menghilang tanpa jejak.
“Tindakannya kabur dari publik bisa jadi indikasi rasa bersalah atau ada sesuatu yang disembunyikan,” ujar pengacara DJP.
Selain itu, DJP juga mengaku mengalami intimidasi agar tidak melanjutkan kasus ini ke jalur hukum.
Artikel Terkait
Temukan bayi yang dibuang untuk kedua kalinya, Nana Mirdad : Bertahan... please bertahan
Ketika seorang ayah tega tinggalkan anaknya di RS Grogol, ada pilu yang dirasakan pria di Bali ini soal kasus bayi yang ditelantarkan orang tua
Kasus dugaan anggota Polda Jateng bunuh bayi 2 bulan: Bermula saat ditinggal istrinya belanja
Kronologi dugaan bayi tewas dicekik ayahnya di Jateng: Sang ibu sempat sadari kondisi yang tak wajar
Sosok Brigadir AK, anggota intel Polda Jateng yang diduga bunuh bayi usia 2 bulan di Semarang
Sebelumnya kasus bunuh ibu kandung, kini ada oknum polisi terlibat skandal tewasnya bayi usia 2 bulan
Fakta baru pembunuhan bayi 2 bulan yang diduga dilakukan oleh oknum polisi, ternyata hasil hubungan gelap