Dalam prosedur tersebut, sebanyak 13 inci usus besarnya diangkat, dan ia menjalani perawatan di Rumah Sakit Universitas Gemelli selama 10 hari.
Selama tahun 2022, ia mengalami nyeri lutut yang mempengaruhi mobilitasnya, sehingga harus menggunakan kursi roda dan alat bantu jalan.
Beberapa agenda resminya juga harus dibatalkan karena kondisi tersebut.
Memasuki tahun 2023, Paus kembali dirawat karena bronkitis, kemudian menjalani operasi perut akibat hernia insisional yang membutuhkan prosedur laparotomi dan perbaikan dinding perut.
Ia menjalani perawatan intensif selama sembilan hari.
Pada akhir 2024, ia mengalami insiden jatuh yang menyebabkan hematoma besar di bagian dagunya setelah kepalanya terbentur meja.
Kini, pada tahun 2025, ia tengah berjuang melawan pneumonia bilateral serta infeksi polimikroba yang membuat kondisinya tetap kompleks.
Meski laporan terbaru menyebutkan adanya perbaikan, beberapa sumber mengabarkan bahwa persiapan untuk kemungkinan pemakamannya telah mulai dilakukan sebagai langkah antisipasi.***
Artikel Terkait
Sudah mengalami masalah kesehatan tentang pernapasan, Paus Fransiskus alami Double Pneumonia
Vatikan umumkan kondisi Paus Fransiskus kritis, ini penyakit yang dialami
Tak hanya pneumonia, dokter diagnosis Paus Fransiskus dengan gagal ginjal dan minta istirahat total
Sudah usia 88 tahun dan dalam kondisi kritis, Paus Fransiskus disebut oleh dokter memiliki ketahanan yang luar biasa
Vatikan ungkap isu Paus Fransiskus mundur hanya spekulasi, masih fokus pada kesehatan Paus
Paus Fransiskus tulis surat untuk umatnya di tengah-tengah kritis sampai harus gunakan alat bantu pernapasan
Vatikan jelaskan kondisi terbaru Paus Fransiskus, sedikit membaik dari sebelumnya dan sudah mulai bekerja