Polri mengeklaim bakal terus menjaga ruang kebebasan berekspresi agar tetap terjamin bagi seluruh masyarakat.
Sebelumnya, dua anggota Direktorat Reserse Siber Polda Jateng sempat mendatangi para personel Sukatani di Banyuwangi.
Adapun informasi tersebut mencuat setelah Propam Polda Jateng menggelar penyelidikan internal, menyusul permintaan maaf dari band Sukatani dan penarikan lagu Bayar Bayar Bayar.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto mengonfirmasi dua anggota yang terlibat dalam pertemuan itu telah diperiksa oleh Propam Polri.
“Iya, dua sudah diperiksa," kata Artanto pada Minggu 23 Februari 2025 kepada media.***
Artikel Terkait
Perkenalkan Resko Band ke pelajar, AKBP Sumarni dorong Generasi Zilenial untuk punya karya dan kreatif
Lebih dari 7000 orang nikmati gelaran South Outside Music Fest 2024? intip deretan band bertabur bintang yang tampil di Kota Semarang
Lagu Nuansa Bening ikut memanas, Keenan Nasution menolak uang royalti Rp50 juta dari Vidi Aldiano: Nanti aja kIta urusin
3 Fakta menohok kontroversi Band Sukatani vs Polri, salah satunya soal lagu perlawan ke oknum polisi hingga ditarik dari peredaran
Mengintip tepisan polri soal lagu Band Sukatani hingga kasus dugaan intimidasi di teater Butet yang pernah dilaporkan balik gegara dinilai bohong
Telisik kasus dugaan intimidasi Band Sukatani, Polri ungkap bakal transparan usut oknum polisi di Jateng usai lagu ‘Bayar’ ditarik dari peredaran
Sorotan khusus: Aksi 'Indonesia Gelap' di berbagai daerah tanah air, dari gema lagu 'Bayar Polisi' hingga teatrikal puisi