Beda pernyataan dengan BMKG, istana bantah pangkas anggaran mitigasi bencana hingga 50 persen

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Rabu, 12 Februari 2025 | 20:11 WIB
Bantahan Istana tentang pemotongan anggaran BMKG hingga 50 persen (BMKG)
Bantahan Istana tentang pemotongan anggaran BMKG hingga 50 persen (BMKG)

“Jadi mitigasi bencana merupakan layanan publik yang dipastikan optimal,” tambah Hasan.

Baca Juga: Bertemu Erdogan, Prabowo sampaikan ingin produksi bersama industri pertahanan RI dan Turki

Kekhawatiran anggaran bisa mempengaruhi penyaluran informasi dari BMKG

Dengan dana perawatan untuk alat milik BMKG yang berkurang sampai 71 persen itu, dikhawatirkan akan memberi pengaruh pada akses informasi.

Misalnya observasi dan kemampuan mendeteksi cuaca, iklim, kualitas udara, gempa bumi, dan tsunami akan menurun.

Setidaknya ada sekitar 600 alat sensor yang memantau gempa bumi dan tsunami di seluruh Indonesia.

Alat yang dimiliki oleh BMKG itu sebagian besar sudah melampaui batas kelayakan, jadi memerlukan perawatan lebih.

Baca Juga: Bertemu Erdogan, Prabowo ingin perdagangan Indonesia dan Turki makin kuat

Untuk kecepatan informasi peringatan dini juga akan terganggu, seperti yang diungkapkan oleh Kepala Biro Hukum, Humas, dan Kerja Sama BMKG, Muslihhuddin pada Senin, 10 Februari 2025.

Dalam keterangannya, akan ada jarak yang cukup signifikan dalam waktu menyebarkan informasi peringatan dini tersebut.

“Ketepatan akurasi informasi cuaca, iklim, gempabumi dan tsunami menurun dari 90 persen menjadi 60 persen,” kata Muslihhuddin.

“Kecepatan informasi peringatan dini tsunami dari 3 menit turun menjadi 5 menit atau lebih dan jangkauan penyebarluasan informasi gempa bumi dan tsunami menurun 70 persen,” imbuhnya.

Baca Juga: Bertemu Erdogan, Prabowo ingin perdagangan Indonesia dan Turki makin kuat

BMKG mengajukan dispensasi atas pemotongan anggaran

Muslihhuddin mengatakan jika BMKG mendukung efisiensi anggaran yang dilakukan oleh Presiden Prabowo.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X