Elon Musk dukung partai pendukung Neo Nazi? ternyata hormat ala Hitler di Capital One AS beri sinyal politik luar negeri sang CEO Tesla

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Kamis, 23 Januari 2025 | 00:03 WIB
Potret hormat Nazi yang ditunjukkan Elon Musk (kiri) di pelantikan Presiden AS Donald Trump, menjadi tanda kebangkitan kelompok buruh Jerman yang dibangun Adolf Hitler (kanan) (X.com/@elonmusk - YouTube.com/@BritishPatche)
Potret hormat Nazi yang ditunjukkan Elon Musk (kiri) di pelantikan Presiden AS Donald Trump, menjadi tanda kebangkitan kelompok buruh Jerman yang dibangun Adolf Hitler (kanan) (X.com/@elonmusk - YouTube.com/@BritishPatche)

Dalam setiap pidatonya, Hitler selalu mencela Perjanjian Versailles dan mengeluarkan kata-kata antisemitisme, ungkapan yang cenderung menyalahkan Yahudi atas masalah-masalah politik di Jerman. 

Pada tahun 1920, nama Partai Buruh itu diubah oleh Hitler menjadi Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei (NSDAP) atau Partai Buruh Nasional-Sosialis Jerman (NAZI).

 

2. Partai Nazi berhasil rebut kursi di parlemen Jerman

Pada Pemilu Jerman 1932, Partai Nazi yang diusung Hitler berhasil merebut 230 dari 608 kursi di Parlemen Jerman. 

Kemudian pada tahun 1933, Hitler diangkat menjadi pemimpin di Jerman dengan masa pemerintahan periode 1933-1945, sebuah periode yang dikenal sebagai Nazi Jerman atau Reich III.

Baca Juga: Yuk join! DQLab dukung generasi muda melek data melalui program belajar coding gratis

Pada masa kekuasaan Hitler itu, Nazi menjadi partai tunggal di Jerman menerapkan berbagai kebijakan yang kontroversial bagi negara-negara lain di Eropa.

Hitler bersama Nazi meyakini bahwa bangsa Jerman adalah ras unggul, sedangkan kaum Yahudi, sebagai penderita cacat mental dan fisik

Adapun bangsa komunis yang dinilai sebagai ras inferior yang harus dimusnahkan. 

Pada kebijakan luar negerinya, Hitler menarik negaranya dari Liga Bangsa-Bangsa serta membatalkan Perjanjian Versailles pada 1935.

Baca Juga: Jelang kepulangan Coach STY dari tanah air menuju Korsel, dari keinginan balas budi hingga 'masalah' yang belum selesai

Selama enam tahun pertama pemerintahannya, kebijakan luar negeri Partai Nazi akhirnya memicu terjadinya Perang Dunia II. 

Kampanye anti-Yahudi yang semakin ganas diutarakan Hitler ke warga Jerman juga memicu peristiwa Holocaust, genosida atau pembunuhan massal terhadap sekitar enam juga kaum Yahudi di Eropa selama Perang Dunia II.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Sumber: Al Jazeera, Britannica

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X