Sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah lama mengabdi di Kemendiktisaintek.
Neni mengaku bahwa ini adalah pengalaman pertama yang begitu pahit selama kariernya.
"Saya sudah lama menjadi PNS. Baru kali ini saya diperlakukan seperti ini," ucapnya.
Harapan untuk masa depan
Melalui aksi Senin Hitam ini, Neni dan rekan-rekannya berharap agar kejadian serupa tidak lagi terulang di masa depan.
Mereka mendesak adanya perubahan yang signifikan dalam lingkungan kerja, termasuk menghormati hak dan martabat pegawai.
Aksi ini tidak hanya menjadi bentuk solidaritas, tetapi juga simbol perjuangan untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih adil, aman, dan manusiawi di Kemendiktisaintek.
"Kami ingin keadilan ditegakkan, agar tidak ada lagi pegawai yang diperlakukan semena-mena seperti ini," pungkas Neni.***
Artikel Terkait
Hari Buruh Internasional 2024, Dr. Imran minta buruh dan ASN Subang siap hadapi digitalisasi serta jadikan Subang tempat ramah bagi para investor
Pimpin apel pertama di bulan Juni, Pj. Bupati Subang tegaskan dua hal ini pada ASN Subang, ikuti aturan dan promosi jabatan itu gratis
Omelin para ASN, Pj. Bupati sampaikan 5 hal ini, serta minta birokrasi agar lebih aware terhadap segala kondisi yang ada di Kabupaten Subang
Prabowo umumkan kenaikan gaji guru ASN dan honorer, disambut tepuk tangan bahagia
Ramai soal Pj Gubernur Jakarta yang bolehkan ASN poligami, Mendagri: Saya akan tanya
Ratusan ASN geruduk kantor Kemdiktisaintek hingga sentil Menteri Satryo yang diduga suka main pecat!
Tanggapan Istana usai viral demo terhadap Menteri Satryo yang dinilai pemarah dan memukul ASN