Seiring berjalannya waktu, Sudaryono juga menjelaskan bahwa pemerintah akan berupaya untuk meningkatkan produktivitas sapi perah dalam negeri untuk mendukung kebutuhan susu bagi MBG di masa depan.
Sudaryono menyatakan bahwa lebih dari 100 perusahaan berkomitmen untuk mendatangkan sapi indukan untuk mendukung swasembada protein, baik untuk susu maupun daging.
Menurut Sudaryono, impor sapi hidup dilakukan oleh perusahaan, bukan pemerintah.
Baca Juga: HMPV sudah masuk ke Indonesia, Menkes sebut anak-anak jadi korban dan begini gejalanya
Pemerintah hanya menyediakan dukungan melalui penyediaan lahan di beberapa wilayah, seperti di Banten, Sumatera, dan Kalimantan, untuk menampung sapi-sapi impor tersebut.
Dengan tambahan sapi indukan, diharapkan produktivitas susu dan daging dapat meningkat untuk memenuhi kebutuhan dalam program MBG, seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk yang terus meningkat.
"Kalau kita mengharapkan swasembada daging dan susu pada indukan existing itu mungkin butuh waktu ratusan tahun," ujarnya.
Melalui upaya-upaya ini, pemerintah berharap dapat memenuhi kebutuhan susu dan daging untuk program MBG, yang tidak hanya akan memberikan manfaat gizi bagi masyarakat, tetapi juga mendukung perekonomian petani dan peternak lokal di Indonesia.***
Artikel Terkait
Prabowo perintahkan bahan baku Makan Bergizi Gratis bersumber dari desa untuk gerakkan ekonomi
4 Cerita unik pemerintah daerah yang terapkan program Makan Bergizi Gratis, salah satunya menu ikan kaleng di Jayapura
Kurang dari 100 hari menjabat, Prabowo tepati janji 'Makan Bergizi Gratis' mulai dinikmati di 26 provinsi hari ini
Senyum lebar siswa SD di Boyolali nikmati Makan Bergizi Gratis: Bisa hemat uang
Hari pertama Makan Bergizi Gratis di Boyolali, orang tua: Anak lebih senang makan bersama di sekolah
Siswa SD di Makassar selipkan pesan terima kasih ke Prabowo di tempat ikuti program Makan Bergizi Gratis
Menyoal dana makan bergizi gratis di Kendari yang masih pakai uang Prabowo, ke mana anggaran Rp71 triliun?