Budiono pun memaparkan agar terciptanya harmonis dan kondusifitas ditengah-tengah masyarakat, kemungkinan besar FKUB juga akan merangkul instansi atau institusi yang berkaitan menangani regulasi tentang hal tersebut.
“Kita memang berkeinginan untuk semua menjadi harmoni kehidupan beragama, kalau memang masyarakat adat tentunya kita akan berupaya untuk merangkul instansi atau institusi yang berkaitan menangani regulasi tentang itu,” jelasnya.
Walaupun secara pokok, kata Budiono FKUB tidak menangani hal tersebut, namun ketika misal adanya konflik, FKUB juga akan memikirkan solusi terlebih ketika hal tersebut bersinggungan dengan agama.
“Kalaupun terjadi sesuatu kita juga ikut berpikir bagaimana caranya, apalagi kalau misal itu bersinggungan dengan agama lain, atau adat yang bersinggungan dengan agama, tentunya kita akan ikut bagaimana penyelesaian terbaik, dengan dialog atau musyawarah,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Seminar FKUB Subang, Kapolres dan Dandim 0605 Subang sampaikan pesan moderasi beragama dan pluralisme
Pembangunan Rumah Ibadah, Ketua FKUB Subang sebut terkait SKB 2 Menteri, seperti ini penjelasanya
Jaga kondusifitas jelang Pilkada 2024, FKUB Subang akan gelar dialog moderasi beragama
Jelang Pilkada 2024, KPU Kabupaten Subang gelar Orientasi dan Bimtek untuk PPK
Bakti untuk Kabupaten Subang, RS Hamori mengelar operasi katarak gratis bagi belasan pasien katarak
FKUB Subang gelar moderasi beragama jelang Pilkada 2024, Dr. Imran sebut pentingnya peran pemimpin agama untuk menetralisir hal yang tidak diinginkan
Anggaran Pilkada Rp71 Milyar sudah diterima KPU dan Bawaslu Subang, Pj. Bupati harap hasil Pilkada 2024 bisa berikan perubahan bagi Kabupaten Subang