GENMILENIAL.ID - Ketua OKK DPC CIB Kabupaten Subang, Yahya, mencermati dengan tajam proses open bidding yang dilakukan terhadap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) SEA dan BUMD SS.
Menurutnya, proses tersebut terlalu tendensius dan penuh dengan kontradiksi, melanggar ketentuan Permendagri nomor 37 tahun 2028 pasal 27 ayat 2.
Yahya juga mengkritisi keberadaan dua komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Subang yang masih aktif, menyebutnya sebagai analisis yang sangat politis.
Baca Juga: Satresnarkoba Polres Subang kejar DPO narkoba yang menyuplai kepada 25 tersangka yang sudah ditahan
Tanggapan dari Kepala Bagian Ekonomi yang mereka temui sebelumnya tidak memuaskan, karena tidak mampu memberikan jawaban konkret dan rinci terkait hal ini.
CIB mengancam akan menggerakkan massa yang lebih besar pada minggu depan untuk melanjutkan aksi protesnya.
"Kami akan mendesak Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) agar segera membentuk panitia khusus (pansus) untuk menyelidiki proses open bidding yang kontroversial tersebut," katanya.
Baca Juga: Berkenalan dengan Rusia, negara besar dengan sejuta misteri
Selain itu, isu yang diangkat oleh CIB juga terkait Audit Pengelolaan Keuangan Daerah (APH), di mana mereka menuntut agar seluruh BUMD di Kabupaten Subang diaudit secara menyeluruh.
"Kami mengindikasikan bahwa BUMD Subang selama ini telah menjadi objek indikasi praktik pungutan liar oleh oknum pejabat di Subang," tambahnya.
CIB secara politis mendukung langkah aparat penegak hukum untuk memanggil dan memeriksa semua BUMD di Kabupaten Subang dalam rangka melakukan audit menyeluruh terhadap keuangan mereka.
Artikel Terkait
DPRD Subang gelar paripurna dengarkan jawaban Jimat-Akur terkait KUA PPAS dan raperda penyertaan modal BUMD
Paripurna DPRD Subang, Pemda setujui Raperda tentang fasilitasi penyelenggaraan pesantren
Kasus dugaan korupsi BUMDes, Kejari Subang tahan 2 orang tersangka, salah satunya anggota DPRD Subang
Lukman Bahraq resmi dilantik sebagai anggota DPRD PAW Fraksi PAN gantikan Lidia Fitriani
Paripurna DPRD, Pemda Subang sampaikan penetapan persetujuan perubahan APBD Kabupaten Subang TA. 2023
DPRD Subang gelar Paripurna bahas 3 Raperda dan jawaban eksekutif atas RAPBD 2024
Kasus pembunuhan ibu dan anak, anggota DPRD Subang berharap polisi menindak seadil-adilnya