Karakteristik usaha tersebut yang dimasukam oleh para pendamping KPM kedalam bentuk proposal, sehingga muncul dalam nomimal jumlah penerima KPM dari Kemensos.
"Ada proses telaah sebenarnya, proses telaah itu maksudnya antara harga di Subang ini dengan usulan di proposal itu apa wajar," pungkasnya.
Baca Juga: Mengungkap 10 rahasia sukses dalam pembuatan novel
Walaupun hal tersebut sudah dilakukan oleh pendamping sosial, namun pihak Kemensos akan memastikan bahwa harga tersebut sesuai dengan yang ada di Kabupaten Subang.
"Kita harus memastikan bahwa ini harganya memang harga (sesuai) Subang," tuturnya
Lia pun menyebut bahwa saat ini cluster usaha untuk para penerima KPM yaitu cluster usaha jasa, perdagangan, makanan, minuman, kerajinan menjahit, peternakan dan pertanian.
Artikel Terkait
Wabup Subang dengarkan pandangan umum fraksi-fraksi terhadap nota pengantar Bupati terkait Raperda RAPBD 2024
Hadiri pengobatan gratis, Kang Lukmantias tegaskan bahwa Subang daerah kaya dan harus dikelola dengan baik
Maju di Pilkada Subang 2024, Kang Lukmantias dapat restu dari pimpinan Ponpes Pagelaran 3 KH Arie Ghifari
TKRPP Subang gelar koordinasi relawan, Maman Yudia targetkan 70 persen kemenangan Ganjar Pranowo
DPRD Subang gelar Paripurna bahas 3 Raperda dan jawaban eksekutif atas RAPBD 2024
Penataan PKL depan Alun-alun Subang, Pemda Subang sebut sudah dilakukan pendataan
Perdana, AKBP Ariek Indra Sentanu gelar silaturahim dengan puluhan jurnalis Subang