4. Mengukur denyut nadi
Demam sering kali meningkatkan denyut nadi. Dengan merasakan denyut nadi di pergelangan tangan atau leher, Anda bisa mendapatkan indikasi tidak langsung.
Denyut nadi yang cepat bisa mengindikasikan demam.
5. Mengamati perilaku dan gejala lain
Perubahan perilaku, seperti lesu, mengantuk, atau rewel pada anak-anak, bisa menjadi petunjuk bahwa seseorang sedang demam.
Gejala tambahan seperti menggigil, keringat dingin, sakit kepala, atau nyeri otot juga sering menyertai demam.
6. Menggunakan teknologi lain
Beberapa perangkat teknologi, seperti ponsel pintar dengan sensor suhu atau aplikasi tertentu, dapat memberikan estimasi suhu tubuh.
Baca Juga: 9 Kebiasaan sepele yang bisa membuat cepat tua
Namun, akurasi perangkat ini bervariasi dan tidak dapat menggantikan termometer medis.
Meskipun metode-metode di atas dapat memberikan indikasi awal tentang suhu tubuh seseorang, mereka tidak seakurat termometer.
Oleh karena itu, jika memungkinkan, selalu gunakan termometer untuk hasil yang lebih tepat.
Jika gejala demam berlangsung lebih dari beberapa hari atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, segeralah berkonsultasi dengan profesional medis.***