Seseorang dengan bahasa cinta ini menghargai kehadiran orang lain sepenuhnya saat bersama-sama.
Mereka merasa paling dicintai saat mereka merasa mendapat perhatian penuh dan menghabiskan waktu bersama dengan cara yang bermakna dan interaktif.
Ini sering dilakukan dengan meletakkan ponsel, melakukan kontak mata, berinteraksi dengan penuh perhatian, dan mendengarkan secara aktif.
3. Physical touch (sentuhan fisik)
Seseorang yang menggunakan sentuhan fisik sebagai bahasa cinta utamanya merasakan cinta melalui kasih sayang fisik.
Mereka merasa dicintai saat pasangannya memegang tangan, menyentuh lengan, memeluk, bergandengan tangan, atau menepuk punggung sebagai bentuk memberi semangat.
4. Acts of service (tindakan)
Jika bahasa cinta utama yang dimiliki adalah tindakan, mereka akan memperhatikan dan menghargai hal-hal kecil yang dilakukan untuk mereka.
Mereka cenderung melakukan tindakan melayani dan kebaikan untuk orang lain juga.
Misalnya dengan melakukan tindakan sederhana, seperti melakukan tugas mencuci piring ketika selesai makan, membukakan pintu mobil atau rumah saat sedang bersama, dan lainnya.
5. Giving/receiving gifts
Bagi seseorang yang memiliki bahasa cinta ini, hadiah melambangkan cinta, perhatian, dan kasih sayang.
Mereka tidak hanya menghargai hadiah itu sendiri, tetapi juga waktu dan upaya yang diberikan si pemberi hadiah untuk memilihnya.
Artikel Terkait
Hari I Love You Sedunia, cinta sebagai bahasa universal
Belajar dari Mpok Atiek, ini risiko kesehatan karena terlalu banyak makan makanan manis saat buka puasa
3 Ide kegiatan seru dan berkesan selama lebaran Idul Fitri 2025, bisa dilakukan bersama keluarga maupun pasangan
4 Ide hadiah yang cocok untuk teman di momentum Lebaran 2025, salah satunya voucher belanja
5 Cara menata kue yang rapi nan estetik, dijamin bikin betah anak-anak di momentum libur lebaran Idul Fitri 2025
5 Tips menjaga ketupat lebaran agar tidak cepat basi, perhatikan dari berasnya hingga cara penyimpanan
Jangan asal tanya: Mengapa kita harus menghormati privasi orang lain