Oleh karena itu, di beberapa wilayah dengan keterbatasan internet, pendaftaran akan tetap dilakukan secara manual.
Sementara itu, Chief of Digital Transformation Office (DTO) Kemenkes RI, Setiaji, menyatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk memastikan ketersediaan internet di wilayah-wilayah yang masih mengalami hambatan.
"Misalnya di Kalimantan Timur, masih ada enam puskesmas dengan koneksi internet yang belum memadai. Secara keseluruhan, ada sekitar 400 puskesmas di Indonesia yang menghadapi kendala serupa,” ungkap Setiaji.
“Kami akan bekerja sama dengan Komdigi untuk memberikan akses internet tambahan," ujarnya.
Meski demikian, bagi puskesmas yang belum memiliki sistem digital memadai, proses pencatatan data pasien tetap akan dilakukan secara manual, tanpa mengurangi pelayanan yang diberikan.
"Kami tetap akan memastikan layanan berjalan dengan baik, meskipun ada keterbatasan teknologi," pungkasnya.***
Artikel Terkait
Pantau dan jaga kesehatan petugas, Polres Subang berikan layanan kesehatan gratis bagi ribuan petugas sorlip surat suara di Gudang KPU
Boros bisa memicu terjadinya masalah kesehatan mental, waspadai dampaknya pada diri sendiri
Tidak punya BPJS Kesehatan bisa menikmati fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis, ini caranya
BPJS Kesehatan hapus kelas 1,2,3, ini besaran iuran terbaru dan perbedaan fasilitasnya
Cara periksa kesehatan gratis yang bisa digunakan di hari ulang tahun, apa saja yang harus disiapkan?
Baru akan diterapkan, anggaran periksa kesehatan gratis terancam dipangkas, Menkes: Anggarannya bisa dikurangi
Trump putuskan menutup USAID, ini dampaknya bagi kesehatan di Indonesia termasuk stunting