Diet tinggi gula, lemak jenuh, dan makanan olahan dapat berkontribusi pada perkembangan demensia.
Sebaliknya, diet yang kaya akan buah-buahan, sayuran, biji-bijian, ikan, dan lemak sehat seperti minyak zaitun (seperti dalam diet Mediterania) telah terbukti mendukung kesehatan otak dan mengurangi risiko demensia.
4. Konsumsi alkohol berlebihan
Mengonsumsi alkohol dalam jumlah besar dapat merusak sel-sel otak dan meningkatkan risiko demensia.
Baca Juga: Makna penting peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-116
Batas aman konsumsi alkohol menurut berbagai penelitian adalah tidak lebih dari satu minuman per hari untuk wanita dan dua minuman per hari untuk pria.
Melebihi batas ini secara teratur dapat merusak fungsi otak.
5. Merokok
Rokok mengandung zat-zat berbahaya yang dapat merusak pembuluh darah, termasuk yang ada di otak.
Merokok juga meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, yang berkaitan erat dengan peningkatan risiko demensia.
Berhenti merokok bisa secara signifikan mengurangi risiko ini.
Baca Juga: Peringati Harkitnas ke-116, Pj. Bupati : Jadikan momentum untuk kebangkitan Subang
6. Isolasi sosial
Kurangnya interaksi sosial juga bisa mempengaruhi kesehatan otak. Orang yang terisolasi secara sosial cenderung memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami penurunan kognitif.
Berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan menjaga hubungan baik dengan keluarga dan teman dapat membantu menjaga kesehatan otak.
Artikel Terkait
Menggali akar masalah, apa sebab jiwa seseorang bisa terguncang?
Kenali diri anda, mengenal 6 tipe kepribadian manusia
6 Manfaat habiskan waktu di alam untuk kesehatan
8 Cara mudah dan alami turunkan gula darah di rumah
Lebih dari sekadar romansa, ini 7 cara orang dewasa saling mencintai
Sering tidak disadari, inilah perilaku jahat yang sering merugikan diri sendiri
Mengenal tipe kepribadian INFP, si idealis dan sensitif