Pesantren tersebut juga telah memiliki sekitar 10.000 alumni.
“Alhamdulillah sampai saat ini jumlah santri baru mencapai 1.800 orang. Mohon doa para kiai semoga Ponpes Al Hamid semakin maju dan semakin berkembang penuh dalam keberkahan,” ujar Lukman.
Jadi lokasi pembukaan munas dan konbes NU 2023
Pesantren Al Hamid juga memiliki keterlibatan dalam berbagai kegiatan Nahdlatul Ulama (NU).
Pada 2023, pesantren tersebut menjadi lokasi pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama.
Baca Juga: 172 Peserta pendidikan dokter spesialis FK Unair keracunan makanan, kegiatan diliburkan
Ribuan ulama, kiai, dan pengurus NU dari berbagai daerah hadir dalam agenda tersebut.
Sebelum menjadi tuan rumah kegiatan tersebut, pihak pesantren meminta nasihat dan restu kepada sejumlah guru, di antaranya Romo Kiai Nurul Huda Jazuli dan Maulana Habib Luthfi.
“Maka dalam penugasan ini kami sowan kepada guru-guru kami di antaranya beliau Romo Kiai Nurul Huda Jazuli serta Maulana Habib Luthfi. Beliau-beliau inilah yang kemudian memberikan restu dan doa bagi kami dan keluarga di ponpes dalam menjalankan tugas yang amat besar ini,” jelasnya.
Berawal dari amanah Gus Miek dan ikhtiar KH Hamid Djiman, serta dukungan dari Boy Thohir, Pesantren Al Hamid kini berkembang menjadi lembaga pendidikan dengan ribuan santri dan alumni.
Dalam perjalanannya, Pesantren Al Hamid juga terus menjadi bagian dari jaringan pendidikan dan kaderisasi warga NU.***