khazanah

Festival Galuh Pakuan Cup disorot akademisi nasional, dinilai layak naik kelas jadi agenda kebudayaan negara

Minggu, 21 Desember 2025 | 13:39 WIB
Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Dr. Hj. Tati Narawati

Jika pada penyelenggaraan sebelumnya sertifikat ditandatangani langsung oleh Menteri Kebudayaan, pada edisi terbaru penandatanganan berada di tingkat direktorat.

Menurut Prof. Tati, sertifikat bukan sekadar dokumen administratif, tetapi memiliki nilai simbolik dan akademik, khususnya bagi peserta dan juri dari kalangan perguruan tinggi.

“Keterlibatan akademisi nasional membutuhkan pengakuan yang sepadan. Sertifikat menjadi salah satu bentuk legitimasi negara terhadap kerja-kerja kebudayaan dan akademik,” jelasnya.

Ruang kolaborasi negara dan masyarakat adat

Meski diselenggarakan secara mandiri oleh lembaga adat, Festival Galuh Pakuan Cup justru memperlihatkan kuatnya kapasitas masyarakat dalam memajukan kebudayaan.

Baca Juga: Gelondongan kayu raksasa terdampar di Aceh Tamiang usai banjir bandang, warganet heboh

Hal ini dinilai sebagai peluang kolaborasi strategis antara negara, akademisi, dan komunitas adat.

Prof. Tati menekankan bahwa festival semacam ini dapat menjadi model ideal pemajuan kebudayaan berbasis komunitas dengan dukungan kebijakan yang konsisten.

“Ketika masyarakat mampu menghadirkan kegiatan berkualitas nasional, negara perlu hadir sebagai mitra strategis, bukan sekadar penonton,” katanya.

Festival Galuh Pakuan Cup Seri IX pun kini dipandang sebagai cermin kekuatan masyarakat budaya sekaligus momentum evaluasi arah kebijakan kebudayaan nasional, agar pengakuan dan dukungan sejalan dengan kualitas dan dampak yang dihasilkan.***

 

Halaman:

Terkini